kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Harga Minyak Naik pada Kamis (11/12/2025) Pagi, Dipicu peningkatan Risiko Geopolitik


Kamis, 11 Desember 2025 / 07:41 WIB
Harga Minyak Naik pada Kamis (11/12/2025) Pagi, Dipicu peningkatan Risiko Geopolitik
ILUSTRASI. Harga minyak rebound setelah AS menyita kapal tanker yang terkena sanksi di lepas pantai Venezuela, yang menghalangi pengiriman dari Venezuela. REUTERS/Eli Hartman/File Photo


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak berusaha rebound dan bergerak stabil pada perdagangan Kamis (11/12/2025) pagi. Pukul 07.30 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 58,80 per barel, naik 0,58% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 58,46 per barel.

Mengutip Bloomberg, harga minyak rebound setelah AS menyita kapal tanker yang terkena sanksi di lepas pantai Venezuela, yang menghalangi pengiriman dari Venezuela lebih lanjut, dan meningkatkan risiko konflik.

Venezuela memegang cadangan minyak terbesar di dunia dan diekspor sekitar 586.000 barel per hari pada bulan lalu. Sebagian besar ekspor ini dikirim ke China, meski sebagian produksi Chevron Corp dari negara tersebut dikirim ke AS.

Baca Juga: Perkuat Bisnis Logistik, Anak Usaha Chandra Daya Investasi (CDIA) Merilis Kapal Baru

Sementara itu, Ukraina menyerang sebuah kapal tanker armada bayangan terkait dengan perdagangan minyak Rusia.

Meningkatnya ketegangan geopolitik terjadi di tengah kondisi pasar minyak mentah yang lesu, karena peningkatan produksi OPEC+ dan Amerika diperkirakan akan melebihi pertumbuhan permintaan, sehingga menyebabkan kelebihan pasokan.

"Penyitaan kapal yang dikenai sanksi oleh AS di lepas pantai Venezuela dan serangan Ukraina terhadap kapal armada bayangan Rusia di Laut Hitam menambah premi risiko sanksi dan perang dalam jangka pendek," kata Robert Rennie, kepala riset komoditas dan karbon di Westpac Banking Corp.

"Kelebihan pasokan yang sedang berkembang akan menekan harga pada tahun 2026, dan brent seharusnya bertahan di kisaran saat ini antara US$ 60-US$ 65 per barel untuk saat ini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×