kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.960
  • EMAS705.000 1,15%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Harga minyak mentah masih tertahan meski pemangkasan OPEC mulai terasa


Kamis, 07 Februari 2019 / 07:44 WIB

Harga minyak mentah masih tertahan meski pemangkasan OPEC mulai terasa
ILUSTRASI. Harga minyak

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak pagi ini terkoreksi setelah menguat pada perdagangan kemarin. Kamis (7/2) pukul 7.47 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 53,88 per barel.

Harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini turun 0,24% ketimbang harga penutupan kemarin pada US$ 54,01 per barel. Harga minyak WTI kemarin menguat 0,65%.


Penguatan juga terjadi pada harga minyak brent. Kemarin, harga minyak brent untuk pengiriman April 2019 di ICE Futures melonjak 1,14% ke US$ 62,69 per barel.

Kemarin, data persediaan minyak AS menunjukkan bahwa stok minyak mentah naik lebih rendah daripada prediksi meski perusahaan penyulingan minyak menambah produksi. Persediaan minyak naik 1,3 juta barel hingga 1 Februari. Sementara analis memperkirakan kenaikan persediaan akan mencapai 2,2 juta barel.

"Permintaan minyak olahan naik tajam pekan lalu karena cuaca dingin ekstreem. Inilah yang mengontribusi penurunan persediaan minyak olahan," kata Carsten Fritsch, analis Commerzbank kepada Reuters.

Kenaikan harga minyak brent yang merupakan acuan internasional lebih besar, karena adanya laporan bahwa OPEC telah memangkas tiga perempat dari target pemangkasan 1,2 juta barel minyak per hari pada bulan lalu.

Pengetatan pasar minyak juga ditambah dengan sanksi AS atas perusahaan minyak pelat merah Venezuela. Sanksi ini mencegah perusahaan pengolahan minyak AWS untuk membayar ke PDVSA yang dicurigai telah dikontrol oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Sementara nilai tukar dollar AS yang menguat telah membatasi kenaikan harga minyak. "Meski ada upaya harga minyak menembus resistance US$ 55, pasar kembali turun karena penguatan dollar," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates.

Perseteruan dagang AS-China serta prospek perlambatan ekonomi global turut menekan harga minyak.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0680 || diagnostic_web = 0.2838

Close [X]
×