kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45761,05   23,90   3.24%
  • EMAS1.013.000 -0,30%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.43%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Harga minyak mentah kembali menguat setelah persediaan minyak AS turun


Jumat, 14 Agustus 2020 / 13:49 WIB
Harga minyak mentah kembali menguat setelah persediaan minyak AS turun
ILUSTRASI. Harga minyak menguat

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak mentah menguat pada perdagangan di akhir pekan ini dan berada di jalur penguatan minggu kedua di tengah meningkatnya kepercayaan bahwa permintaan bahan bakar mulai meningkat meskipun pandemi virus corona masih menghantui pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Mengutip Reuters, Jumat (14/8) pukul 13.15 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman Oktober 2020 naik 14 sen atau 0,3% menjadi US$ 45,10 per barel. Ini menuju kenaikan sekitar 1,6% di pekan ini.

Setali tiga uang, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate kontrak pengiriman September 2020 telah naik 11 sen atau 0,3%  menjadi US$ 42,35 per barel. Harga minyak benchmark AS ini sedang menuju kenaikan hampir 3% untuk pekan ini.

Baca Juga: Harga minyak mentah naik, Jumat (14/8) pagi, menuju kenaikan pekan kedua

"Meskipun kedua kontrak terus berkonsolidasi di ujung atas kisaran perdagangan dua bulan mereka, harga minyak kekurangan momentum untuk melakukan reli yang berarti pada tahap ini," kata Jeffrey Halley, Senior Market Analyst OANDA.

Harga minyak mendapat dukungan di minggu ini setelah data pemerintah AS menunjukkan, persediaan minyak mentah, bensin, dan sulingan turun di pekan lalu. Dengan penyulingan meningkat, ini menandakan permintaan untuk produk minyak tersebut juga melesat. 

Namun, International Energy Agency (IEA) telah mengurangi perkiraan permintaan minyak untuk tahun ini, dan mengatakan perjalanan udara yang lebih rendah karena pandemi Covid-19 akan memangkas konsumsi minyak global tahun ini sebesar 8,1 juta barel per hari (bph).

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan awal pekan ini bahwa permintaan minyak dunia kemungkinan akan turun 9,06 juta barel per hari di tahun ini. Penurunan lebih besar dari penurunan 8,95 juta barel per hari yang diperkirakan sebulan lalu.

Baca Juga: Harga minyak turun 1% setelah IEA menurunkan prediksi permintaan

OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, yang secara kolektif disebut OPEC+, memangkas produksi sejak Mei sekitar 10% dari permintaan global tipikal untuk mengatasi dampak dari krisis kesehatan global.

Sementara itu, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan dia tidak mengharapkan keputusan cepat mengenai pengurangan produksi ketika komite pemantau kelompok OPEC + bertemu minggu depan, kantor berita Rusia melaporkan pada hari Kamis.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×