kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga minyak memanas di awal pekan


Senin, 09 Juli 2018 / 07:34 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak masih panas pada pekan kedua bulan Juli. Senin (9/7) pukul 7.23 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2018 di New York Mercantile Exchange menguat 0,11% ke US$ 73,88 per barel. Akhir pekan lalu, harga minyak menguat 1,18%.

Sejalan, harga minyak brent untuk pengiriman September 2018 di ICE Futures menguat tipis 0,06% ke US$ 77,16 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah penurunan 0,36% di akhir pekan.

Sabtu (7/7), Bijan Zanganeh, Menteri Minyak Iran menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melecehkan OPEC dengan menyuruh negara-negara pengekspor minyak ini menaikkan produksi dan menurunkan harga. Zanganeh menambahkan, produksi dan ekspor minyak Iran tidak berubah meski ada tekanan AS.

"Trump setiap hari mengirim pesan yang menimbulkan ketidakpastian di pasar," kata Zanganeh dalam wawancara yang dikutip Reuters. Dia menambahkan, tensi antara Iran dan AS merupakan perang dagang dan tidak akan menekan produksi dan ekspor minyak AS.

Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga OPEC. AS mendesak negara-negara sekutunya untuk menurunkan impor minyak dari Iran hingga nol pada November mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×