kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga minyak melambung akibat penurunan pasokan dan persediaan


Kamis, 30 Agustus 2018 / 07:35 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak masih mencoba menguat setelah koreksi cukup dalam dua pekan lalu. Kamis (30/8) pukul 7.20 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2018 di New York Mercantile Exchange menguat 0,18% ke US$ 69,64 per barel dari penutupan kemarin pada US$ 69,51 per barel.

Kemarin, harga minyak WTI ini sudah menguat 1,43%. Dalam sepekan hingga hari ini, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini menguat 2,67%.

Penguatan pun terjadi pada minyak brent dalam dua hari berturut-turut. Harga minyak brent untuk pengiriman Oktober 2018 di ICE Futures berada di US$ 77,26 per barel. Dalam dua hari, harga minyak acuan internasional ini menguat 1,72%.

Minyak brent pun mencapai level tertinggi sejak 11 Juli atau tujuh pekan terakhir. Penarikan stok minyak mentah dan bensin AS serta menurunnya ekspor minyak Iran menjadi pendorong harga komoditas energi ini.

Energy Information Administration menyebut, persediaan minyak mentah AS turun 2,6 juta barel pada pekan lalu. Angka ini lebih besar 686.000 barel ketimbang prediksi polling Reuters.

"Minyak mentah mendapatkan dukungan penurunan persediaan dari beberapa wilayah," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates kepada Reuters.

Selain penurunan persediaan minyak AS, penurunan ekspor Iran dan ekspor Venezuela akibat kerusakan pelabuhan ekspor turut mengerek harga minyak. Data Thomson Reuters Eikon menunjukkan, ekspor minyak mentah Iran pada Agustus ini diramal turun di bawah 70 juta barel, pertama kali sejak April 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×