kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga minyak masih rawan tertekan karena faktor fundamental


Rabu, 11 Juli 2018 / 22:03 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Michelle Clysia Sabandar | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak masih rawan untuk kembali tertekan. Meski sempat mencapai harga tertinggi sejak November 2014 dalam perdagangan Rabu (4/7), namun kondisi ini masih rawan tertekan dikarenakan fundementalnya sendiri.

Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di pasar Nymex untuk pengiriman Agustus 2018, hingga pukul 18.03 WIB menurun 0,59% berada di US$ 73,68 per barel.

Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan fundemental harga minyak masih rawan dan berkemungkinan untuk menekan harga minyak. Fundementalnya dari negara-negara pemasok minyak yaitu Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, dan Rusia.

"Ketiga negara ini kemungkinan akan meningkatkan produksi minyak mereka. Jika mereka meningkatkan produksi maka kemungkinan harga akan semakin tertekan," Katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (11/7).

Harga minyak yang sempat naik dikatakan masih menjadi hal yang biasa. Kenaikan harganya dikarenakan adanya antisipasi pasar saja terhadap kemungkinan pengurangan pasokan minyak oleh AS.

Deddy mengatakan minyak saat ini masih mencari sentimen untuk bisa kembali menguat. Saat ini memang belum ada sentimen yang bisa mendorong untuk minyak bisa kembali menguat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×