kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Harga minyak kembali terkoreksi dipicu kekhawatiran melemahnya ekonomi global


Rabu, 25 September 2019 / 07:37 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kembali terkoreksi karena kekhawatiran kondisi ekonomi global yang semakin melemah. Rabu (25/9) pukul 07.17 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2019 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 56,86 per barel, turun 0,75% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 57,29 per barel.

Mengutip Reuters, data ekonomi baru-baru ini yang menggambarkan perlambatan ekonomi membuat harga minyak melanjutkan koreksi. Volume perdagangan dunia turun selama kuartal II-2019 dibanding periode yang sama tahun lalu, menurut Biro Analisis Kebijakan Ekonomi Belanda.

Baca Juga: Harga minyak dunia turun Selasa (24/9) pagi

Konsumsi minyak di antara 18 negara konsumen teratas, yang masing-masing mengonsumsi lebih dari 1 juta barel per hari, hanya naik 0,9% pada kuartal II-2019 dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, konsumsi minyak oleh konsumen utama dunia tumbuh jauh di bawah tingkat tren 1,5% per tahun.

Penurunan harga minyak dipicu juga oleh pernyataan Trump yang menuduh China melakukan manipulasi mata uang, pencurian kekayaan intelektual dan dumping yang kembali menyulut ketegangan perang dagang. Selain itu, laporan persediaan minyak mentah  AS yang meningkat turut menekan harga minyak.

Baca Juga: Ketegangan Timur Tengah memanaskan harga minyak dunia

Data American Petroleum Institute mencatat kenaikan pasokan minyak AS sebesar 1,38 juta barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×