kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga minyak kembali tenggelam


Jumat, 04 November 2016 / 19:58 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Harga minyak menuju penurunan mingguan terbesar dalam hampir sepuluh bulan. Tekanan harga datang setelah pelaku pasar mulai skeptis terhadap upaya pemangkasan output OPEC serta adanya kenaikan cadangan minyak Amerika Serikat.

Mengutip Bloomberg, Jumat (4/11) 18.34 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman Desember 2016 di New York Mercantile Exchange bergerak flat di level US$ 44,66 per barel setelah jatuh 10% dalam lima sesi sebelumnya.

Angka tersebut merupakan level terendah sejak OPEC mencapai kesepakatan awal pemangkasan produksi di Aljazair. Persediaan minyak AS mencatat rekor kenaikan pada pekan lalu. Sedangkan anggota OPEC mengklaim adanya pengecualian pada perjanjian pembatasan produksi tanggal 28 September telah meningkatkan angka produksi di bulan Oktober.

Harga minyak bergerak di bawah US$ 45 per barel, dipicu oleh kegagalan OPEC menyepakati kuota produksi bagi negara - negara anggota sebagai langkah awal finalisasi kesepakatan. Goldmand Sachs Group Inc melihat sedikit kemungkinan akan tercapai kesepakatan di tanggal 30 November, sementara Bank of America Merrill Lynch dan Citigroup Inc. menyatakan kesepakatan mungkin tercapai.

"Mengingat pelemahan harga baru - baru ini, kemungkinan pasar kehilangan kepercayaan," kata Harry Tchilinguirian, Kepala Komoditas BNP Paribas SA di London, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (4/11).

"Ini adalah jalan panjang dari Aljazair ke Wina, dan beberapa negara seperti Irak sudah mengambil keputusan untuk keluar dari partisipasi pemangkasan," imbuhnya.

Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan cadangan minyak AS pekan lalu naik 14,4 juta barel, kenaiakn tertinggi dalam hampir 20 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×