kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Harga minyak kembali rebound setelah terkoreksi akibat ekspektasi kenaikan pasokan AS


Rabu, 08 Mei 2019 / 07:32 WIB


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kembali naik tipis setelah terkoreksi kemarin. Rabu (8/5), pukul 07.20 WIB harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2019 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 61,61 per barel, naik 0,34% dibanding sehari sebelumnya yang ada di US$ 61,40 per barel.

Kemarin, harga minyak sempat turun ke level terendahnya dalam sebulan karena keraguan atas kesepakatan perdagangan China-Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global dan adanya harapan bahwa stok minyak mentah AS bisa mencapai rekor tertinggi baru dalam 19 bulan.

"Harga minyak WTI terpukul dalam beberapa minggu terakhir karena ada peningkatan pasokan minyak mentah secara tidak terduga," ujar Jim Rittersbusch, presiden Ritterbusch and Associate Chicago dalam laporannya seperti dikutip Reuters.

Stok minyak mentah AS naik ke level tertinggi sejak September 2017 dan diperkirakan akan bertambah 1,3 juta barel pekan lalu, berdasarkan jajak pendapat analis Reuters.

Sementara itu, produksi minyak mentah AS diperkirakan akan naik ke level tertinggi sepanjang masa sebesar 12,5 juta barel per hari pada 2019 dari rekor 11 juta barel per hari pada 2018 menurut outlook US Energy Information Administration (EIA).

"Aksi jual di pasar telah merembet ke pasar minyak pada hari ini, menunjukkan bahwa investor meyakini kemungkiann kesepakatan perdagangan yang akan dicapai pada Jumat semakin berkurang," kata Rob Thummel, manajer portofolio di manajer investasi energi Tortoise Leawood, Kansas.

Sementara itu, Menteri Energi AS Rick Perry mengatakan Arab Saudi meningkatkan produksi minyaknya  untuk memenuhi kebutuhan yang timbul sebagai efek sanksi terhadap Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×