kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Harga minyak kembali rebound setelah terkoreksi akibat ekspektasi kenaikan pasokan AS


Rabu, 08 Mei 2019 / 07:32 WIB


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kembali naik tipis setelah terkoreksi kemarin. Rabu (8/5), pukul 07.20 WIB harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2019 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 61,61 per barel, naik 0,34% dibanding sehari sebelumnya yang ada di US$ 61,40 per barel.

Kemarin, harga minyak sempat turun ke level terendahnya dalam sebulan karena keraguan atas kesepakatan perdagangan China-Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global dan adanya harapan bahwa stok minyak mentah AS bisa mencapai rekor tertinggi baru dalam 19 bulan.

"Harga minyak WTI terpukul dalam beberapa minggu terakhir karena ada peningkatan pasokan minyak mentah secara tidak terduga," ujar Jim Rittersbusch, presiden Ritterbusch and Associate Chicago dalam laporannya seperti dikutip Reuters.

Stok minyak mentah AS naik ke level tertinggi sejak September 2017 dan diperkirakan akan bertambah 1,3 juta barel pekan lalu, berdasarkan jajak pendapat analis Reuters.

Sementara itu, produksi minyak mentah AS diperkirakan akan naik ke level tertinggi sepanjang masa sebesar 12,5 juta barel per hari pada 2019 dari rekor 11 juta barel per hari pada 2018 menurut outlook US Energy Information Administration (EIA).

"Aksi jual di pasar telah merembet ke pasar minyak pada hari ini, menunjukkan bahwa investor meyakini kemungkiann kesepakatan perdagangan yang akan dicapai pada Jumat semakin berkurang," kata Rob Thummel, manajer portofolio di manajer investasi energi Tortoise Leawood, Kansas.

Sementara itu, Menteri Energi AS Rick Perry mengatakan Arab Saudi meningkatkan produksi minyaknya  untuk memenuhi kebutuhan yang timbul sebagai efek sanksi terhadap Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×