Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak dan gas melonjak tajam pada perdagangan Senin (3/3/2036) setelah serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dibalas Teheran, memicu penutupan fasilitas energi di Timur Tengah serta mengganggu pelayaran di Selat Hormuz yang krusial bagi pasokan global.
Harga minyak mentah Brent sempat melesat hingga 13% ke level tertinggi sejak Januari 2025 sebelum ditutup naik 6,7% menjadi US$ 77,74 per barel.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga menguat 6,3% ke US$ 71,23 per barel. Lonjakan berlanjut pada perdagangan pasca-penutupan setelah Garda Revolusi Iran menyatakan akan membakar kapal apa pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga: Harga Minyak Memanas, Harga Saham Produsen Hingga Jasa Migas Melesat
Kekhawatiran pasar meningkat karena konflik berpotensi berkepanjangan. Serangan balasan Iran ke negara-negara produsen energi utama seperti Arab Saudi dan Qatar memicu risiko gangguan pasokan lanjutan.
"Pertanyaan kuncinya adalah berapa banyak pasokan yang akan hilang, berapa lama, dan bagaimana kekuatan-kekuatan besar bereaksi," ujar Daniel Yergin, wakil ketua di S&P Global.
Di lapangan, Arab Saudi menutup kilang minyak domestik terbesarnya setelah serangan pesawat nirawak. Qatar menghentikan produksi gas alam cair (LNG), sementara perusahaan milik negara QatarEnergy menyatakan akan menerapkan keadaan kahar (force majeure) pada pengiriman LNG.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak di Awal Pekan, Imbas Memanasnya Konflik Iran
Konflik yang meluas juga membuat sekitar 150 kapal terdampar di sekitar Selat Hormuz setelah seorang pelaut tewas dan sedikitnya tiga kapal tanker rusak.
Gangguan Selat Hormuz
Pada hari normal, kapal yang mengangkut minyak mentah setara sekitar seperlima permintaan global melintasi Selat Hormuz, termasuk pengiriman solar, bensin, dan bahan bakar lain ke pasar utama Asia seperti Tiongkok dan India. Jalur ini juga dilalui sekitar 20% pasokan LNG dunia.
JPMorgan memperkirakan penyempitan lalu lintas di Selat Hormuz selama tiga hingga empat pekan dapat memaksa produsen Teluk menghentikan produksi dan mendorong harga Brent menembus US$ 100 per barel.
Sementara itu, Kenny Zhu dari Global X menilai kompleks energi Amerika Utara relatif lebih terlindungi jika gangguan berlangsung lama.
Perbedaan respons terlihat di pasar gas. Kontrak berjangka gas alam AS bulan depan naik 3,5% menjadi US$2,96 per juta British thermal units (mmBtu). Sebaliknya, patokan gas Eropa melonjak lebih dari 40%, dengan kontrak TTF Belanda ditutup di 44,51 euro per megawatt jam. Harga LNG Asia juga melonjak hampir 39%, dengan patokan JKM berada di US$15,068 per mmBtu.
Baca Juga: Perang AS-Israel vs Iran Berkobar, Begini Dampaknya ke Harga Minyak dan Emas
Ketegangan global telah mendorong harga Brent naik 19% sepanjang tahun ini dan WTI sekitar 17%. Meski demikian, Badan Energi Internasional dan sejumlah analis menilai pasar masih memiliki pasokan yang memadai, dengan tambahan produksi dari Amerika Serikat, Guyana, dan OPEC+ diperkirakan melampaui pertumbuhan permintaan tahun ini.
OPEC+ telah menyepakati peningkatan produksi 206.000 barel per hari pada April. Analis RBC Capital menyebut hampir semua produsen OPEC+ berproduksi mendekati kapasitas penuh, kecuali Arab Saudi.
Secara global, persediaan minyak yang terlihat berada di 7,827 juta barel—cukup untuk memenuhi permintaan selama 74 hari, mendekati median historis, menurut catatan Goldman Sachs.
Baca Juga: Harga Minyak Kembali Melesat, Emiten Migas Perlu Lakukan Strategi Ini
Di sisi konsumen, harga rata-rata bensin ritel AS menembus US$ 3 per galon untuk pertama kalinya sejak November, sementara harga diesel ultra-rendah sulfur mencapai level tertinggi dua tahun dan bensin berjangka naik sekitar 4%.
“Meskipun kita belum tahu ke mana gangguan ini akan berakhir atau bagaimana konflik akan terselesaikan, dampak jangka pendeknya kemungkinan berupa lonjakan volatilitas pasar energi global dan potensi pengalihan rute kargo minyak dan gas,” ujar Zhu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













