Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak dunia melonjak sekitar 4% pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026), didorong meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah dan gangguan pasokan akibat Badai Isaias yang mendekati pesisir Teluk Meksiko, Amerika Serikat (AS).
Mengutip Reuters, harga minyak Brent ditutup naik US$ 4,08 atau 4,1% menjadi US$ 104,28 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 3,21 atau 3,6% ke US$ 91,49 per barel.
Kedua kontrak minyak tersebut sempat naik lebih dari US$ 5 per barel. Brent bahkan menyentuh level tertinggi sejak 29 September di tengah kekhawatiran potensi serangan AS terhadap Iran dan ancaman gangguan produksi minyak akibat badai.
Baca Juga: Harga Minyak Kembali Melonjak, Konflik Timur Tengah Jadi Perhatian Pasar
Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington tengah melakukan pembicaraan produktif dengan Iran.
Ia juga menyatakan AS tidak akan menyerang negara tersebut sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November. Pernyataan itu meredakan sebagian kekhawatiran pasar sehingga harga minyak turun dari level tertingginya.
Di sisi lain, Iran dilaporkan sedang meninjau tanggapan AS atas proposal pembukaan kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari. Teheran menyatakan akan memberikan jawaban dalam beberapa hari ke depan.
Namun, ketegangan belum mereda. AS pada Kamis menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran yang menargetkan sejumlah individu, jaringan, dan 17 kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak mentah, produk minyak, serta petrokimia Iran.
Risiko terhadap jalur pelayaran juga meningkat. Serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Teluk dan Selat Hormuz pada pekan lalu mencapai tingkat tertinggi sejak perang dimulai.
Sebelum konflik berlangsung, jalur tersebut dilalui sekitar 20% pengiriman minyak dan bahan bakar dunia.
Baca Juga: Harga Minyak Terkoreksi, Meredanya Konflik Timur Tengah Pangkas Risk Premium
Saul Kavonic, Kepala Riset Energi MST Marquee, mengatakan frekuensi serangan Iran terhadap kapal telah mencapai level tertinggi sejak perang dimulai dan berpotensi meningkat lebih lanjut.
Selain konflik geopolitik, ancaman badai turut memperketat pasokan minyak. Badai Isaias mendorong perusahaan energi menghentikan sebagian operasi lepas pantai di Teluk Meksiko AS menjelang perkiraan pendaratan pada Jumat.
Menurut data otoritas mineral laut AS, sekitar 1,3 juta barel per hari produksi minyak di kawasan tersebut telah dihentikan sementara hingga Kamis, setara dengan 62,9% dari produksi saat ini.
Shell dan Chevron sebelumnya mengumumkan pengurangan operasi lepas pantai. Sementara itu, BP mengevakuasi seluruh personel dan menghentikan produksi di anjungan Na Kika serta Thunder Horse.
Baca Juga: Setelah Anjlok 3%, Harga Minyak Dunia Berbalik Naik di Tengah Harapan Damai AS-Iran
Kenaikan harga minyak ini terjadi sehari setelah harga ditutup melemah menyusul kesepakatan Badan Energi Internasional (IEA) untuk mempercepat pelepasan cadangan minyak dan memprioritaskan pasokan diesel guna mengatasi lonjakan harga bahan bakar serta gangguan pasokan akibat perang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














