kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harga Minyak Dunia Anjlok 7% Kamis (3/4), Dipicu Tarif Trump dan Produksi OPEC+


Kamis, 03 April 2025 / 22:55 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok 7% Kamis (3/4), Dipicu Tarif Trump dan Produksi OPEC+
ILUSTRASI. arga minyak jatuh pada Kamis (3/4), setelah keputusan OPEC+ untuk mempercepat peningkatan produksi minyak mentah pada Mei, yang semakin memperburuk tekanan pasar akibat pengumuman tarif baru Trump REUTERS/Alexander Manzyuk


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak jatuh pada Kamis (3/4), setelah keputusan OPEC+ untuk mempercepat peningkatan produksi minyak mentah pada Mei, yang semakin memperburuk tekanan pasar akibat pengumuman tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun sebesar US$5,33 atau 7,11%, menjadi US$69,62 per barel pada pukul 15.04 GMT.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun $5,59 atau 7,80% ke level $66,12 per barel.

Penurunan ini menandai persentase penurunan terbesar untuk Brent sejak 1 Agustus 2022, dan untuk WTI sejak 11 Juli 2022.

"Jelas ada banyak kepanikan di pasar hari ini," ujar Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

"Banyak yang tidak menyangka Trump benar-benar akan melakukannya, tapi ternyata ia tetap melanjutkan kebijakan tarif tersebut."

Dalam pertemuan menteri OPEC+ pada Kamis, kelompok tersebut sepakat untuk mempercepat rencana peningkatan produksi, dengan menambahkan 411.000 barel per hari (bph) ke pasar pada Mei—lebih besar dari rencana awal sebesar 135.000 bph.

"Ekonomi dan permintaan minyak selalu saling berkaitan," kata Angie Gildea, pimpinan energi di KPMG AS.

"Pasar masih mencerna dampak tarif, tetapi kombinasi peningkatan produksi minyak dan prospek ekonomi global yang melemah semakin menekan harga minyak."

Tarif Trump dan Dampaknya terhadap Pasar Minyak

Sebelum pertemuan OPEC+, harga minyak sudah turun sekitar 4% karena investor khawatir tarif baru Trump dapat memicu perang dagang global, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi permintaan bahan bakar.

Pada Rabu (2/4), Trump mengumumkan tarif minimum 10% pada sebagian besar barang impor ke Amerika Serikat—negara dengan konsumsi minyak terbesar di dunia. Tarif yang lebih tinggi juga diberlakukan pada produk dari puluhan negara.

Meski impor minyak, gas, dan produk olahan dibebaskan dari kebijakan tarif baru ini, para analis tetap memperkirakan dampak negatif terhadap pasar.

UBS bahkan memangkas proyeksi harga minyaknya untuk 2025-2026 sebesar US$3 per barel menjadi US$72 per barel.

Analis dan pedagang kini memperkirakan volatilitas harga minyak yang lebih tinggi dalam jangka pendek, terutama karena kemungkinan adanya negosiasi ulang atau langkah balasan dari negara-negara yang terkena dampak tarif.

"Langkah balasan dari negara-negara lain kemungkinan besar akan segera terjadi, dan melihat reaksi pasar awal, risiko resesi serta stagflasi semakin menghantui," kata analis PVM, Tamas Varga.

"Tarif ini pada akhirnya akan dibayar oleh konsumen dan bisnis domestik AS, yang pada gilirannya akan meningkatkan biaya dan menghambat pertumbuhan ekonomi."

Lonjakan Persediaan Minyak AS Menambah Tekanan

Selain faktor tarif dan kebijakan OPEC+, pasar minyak juga mendapat tekanan dari laporan terbaru Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu.

Data menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS secara mengejutkan meningkat sebesar 6,2 juta barel pekan lalu, jauh di atas perkiraan analis yang hanya memperkirakan penurunan sebesar 2,1 juta barel.

Dengan kombinasi kebijakan tarif AS, peningkatan produksi OPEC+, dan lonjakan stok minyak di AS, harga minyak mentah diperkirakan akan tetap bergejolak dalam beberapa pekan ke depan.

Selanjutnya: Hadapi Tarif Baru Trump, Prabowo Siapkan 3 Strategi Perkuat Ekonomi Indonesia

Menarik Dibaca: 9 Rekomendasi Buah Penurun Gula Darah yang Tinggi dan Terbukti Efektif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×