kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Harga minyak bergerak naik, simak pemicunya


Rabu, 20 September 2017 / 13:44 WIB
Harga minyak bergerak naik, simak pemicunya


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga minyak mentah dunia bergerak naik di tengah sinyal melambatnya kenaikan cadangan Amerika Serikat (AS). Sebab, kilang pengolahan minyak AS kembali beroperasi setelah terganggu Badai Harvey sehingga mendorong kenaikan permintaan.

Mengutip Bloomberg, Rabu (20/9) pukul 12.17 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman Oktober 2017 di New York Mercantile Exchange menanjak 0,55% ke level US$ 49,75 per barel dibanding sehari sebelumnya.

American Petroleum Institute dalam laporannya menyatakan, cadangan minyak AS pekan lalu bertambah 1,44 juta barel. Angka tersebut mencerminkan kurang dari setengah proyeksi kenaikan sebesar 3,9 juta barel. Sementara data resmi dari Energy Information Administration (EIA) akan dirilis Rabu ini (20/9). Beberapa penyuling minyak menunda perawatan alat untuk memanfaatkan margin yang kuat.

Sementara minyak telah pulih dalam dua minggu terakhir, harga masih berjuang untuk bertahan di atas US$ 50 per barel tahun ini. Hal tersebut lantaran kenaikan output AS menghambat upaya pembatasan produksi yang dilakukan produsen minyak OPEC. Menurut negara Irak sebagai produsen minyak terbesar kedua OPEC, produksi butuh pemangkasan tambahan sebesar 1% agar pasar seimbang.

"Gangguan di kawasan teluk tampak berkurang setelah Harvey. Harga minyak tidak mampu membuat terobosan lanjutan ke atas US$ 50 per barel dan itu karena biaya produksi domestik AS kemungkinan tidak jauh dari level tersebut," kata David Lenox, Analis Fat Prophets di Sydney, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (20/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×