Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
NEW YORK. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) membukukan penurunan harian terburuk sejak April setelah sebelumnya tertekan ke bawah level US$ 40 per barel.
Data CNBC menunjukkan, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) ditutup dengan penurunan 3,7% atau US$ 1,54 menjadi US$ 40,06 per barel. Ini merupakan level terendah sejak 20 April lalu. Pada transaksi sebelumnya, harga kontrak yang sama sempat terpeleset ke level US$ 39,86 sebarel.
Sementara, harga minyak Brent ditutup turun US$ 1,34 atau 3,1% menjadi US$ 42,19 per barel. Posisi terendah harian minyak Brent pada transaksi kemarin berada di level US$ 41,87 per barel.
Kedua jenis minyak menorehkan penurunan sebesar 15% di sepanjang Juli.
John Kilduff, founding partner energy hedge fund Again Capital mengungkapkan, sentimen harga minyak sudah berubah haluan menjadi negatif seiring adanya short position pada kontrak WTI dan spekulasi long position.
"Banyak orang berpikir melimpahnya cadangan minyak akan mereda. Tapi nyatanya tidak," jelasnya kepada CNBC.
Di sisi lain, hasil survei Reuters menunjukkan, produksi minyak Organization of Petroleum Exporting Countries juga melonjak ke level tertingginya sepanjang masa. Penyebabnya, Irak mendongkrak produksi minyak mereka dan Nigeria memperketat jumlah ekspor minyak mereka seiring serangan militan di sejumlah instalasi minyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













