kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Harga kontrak CPO bakal mencapai puncak pada Juli mendatang


Kamis, 05 Mei 2011 / 13:52 WIB
ILUSTRASI. Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). IHSG ditutup melemah 18,789 poin atau 0,37 persen di level 5.079,58. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

JAKARTA. Naiknya ekspor crude palm oil (CPO) dari Malaysia yang merupakan produsen terbesar kedua terbesar di dunia menandakan permintaan produk ini masih akan terus meningkat.

Harga kontrak CPO pengiriman Juli mendatang naik 0,8% menjadi 3.291 ringgit atau setara dengan US$ 1.102 per metrik ton di Malaysia Derivatives Exchange (MDEX).

"Naiknya permintaan berhasil mendongkrak harga jual CPO," ujar Vijay Mehta, direktur Komoditi Links Pte. Permintaan musiman datang dari beberapa konsumen terbesar dunia seperti India, Pakistan, Bangladesh dan China.

Ekspor minyak kelapa sawit dari Malaysia naik 18,2% pada April menjadi 1,32 juta ton dari bulan sebelumnya. Jumlah pengiriman meningkat 14% bulan lalu.

Abah Ofon, analis di Standard Chartered Plc mengatakan, permintaan itu akan kembali memuncak pada Juli bertepatan dengan bulan Ramadan. "Permintaan CPO untuk bahan makanan akan dominan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×