kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga kontrak CPO bakal mencapai puncak pada Juli mendatang


Kamis, 05 Mei 2011 / 13:52 WIB
Harga kontrak CPO bakal mencapai puncak pada Juli mendatang
ILUSTRASI. Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). IHSG ditutup melemah 18,789 poin atau 0,37 persen di level 5.079,58. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

JAKARTA. Naiknya ekspor crude palm oil (CPO) dari Malaysia yang merupakan produsen terbesar kedua terbesar di dunia menandakan permintaan produk ini masih akan terus meningkat.

Harga kontrak CPO pengiriman Juli mendatang naik 0,8% menjadi 3.291 ringgit atau setara dengan US$ 1.102 per metrik ton di Malaysia Derivatives Exchange (MDEX).

"Naiknya permintaan berhasil mendongkrak harga jual CPO," ujar Vijay Mehta, direktur Komoditi Links Pte. Permintaan musiman datang dari beberapa konsumen terbesar dunia seperti India, Pakistan, Bangladesh dan China.

Ekspor minyak kelapa sawit dari Malaysia naik 18,2% pada April menjadi 1,32 juta ton dari bulan sebelumnya. Jumlah pengiriman meningkat 14% bulan lalu.

Abah Ofon, analis di Standard Chartered Plc mengatakan, permintaan itu akan kembali memuncak pada Juli bertepatan dengan bulan Ramadan. "Permintaan CPO untuk bahan makanan akan dominan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×