kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.955   43,00   0,24%
  • IDX 6.031   -40,47   -0,67%
  • KOMPAS100 779   -6,16   -0,79%
  • LQ45 597   -4,27   -0,71%
  • ISSI 209   -1,73   -0,82%
  • IDX30 331   -2,19   -0,66%
  • IDXHIDIV20 422   -2,55   -0,60%
  • IDX80 89   -0,68   -0,75%
  • IDXV30 114   -0,54   -0,47%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Harga kontrak CPO bakal mencapai puncak pada Juli mendatang


Kamis, 05 Mei 2011 / 13:52 WIB
ILUSTRASI. Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). IHSG ditutup melemah 18,789 poin atau 0,37 persen di level 5.079,58. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.


Reporter: Dyah Megasari,

JAKARTA. Naiknya ekspor crude palm oil (CPO) dari Malaysia yang merupakan produsen terbesar kedua terbesar di dunia menandakan permintaan produk ini masih akan terus meningkat.

Harga kontrak CPO pengiriman Juli mendatang naik 0,8% menjadi 3.291 ringgit atau setara dengan US$ 1.102 per metrik ton di Malaysia Derivatives Exchange (MDEX).

"Naiknya permintaan berhasil mendongkrak harga jual CPO," ujar Vijay Mehta, direktur Komoditi Links Pte. Permintaan musiman datang dari beberapa konsumen terbesar dunia seperti India, Pakistan, Bangladesh dan China.

Ekspor minyak kelapa sawit dari Malaysia naik 18,2% pada April menjadi 1,32 juta ton dari bulan sebelumnya. Jumlah pengiriman meningkat 14% bulan lalu.

Abah Ofon, analis di Standard Chartered Plc mengatakan, permintaan itu akan kembali memuncak pada Juli bertepatan dengan bulan Ramadan. "Permintaan CPO untuk bahan makanan akan dominan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×