kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Harga gas alam sulit bertahan naik


Minggu, 16 Juni 2019 / 23:19 WIB


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas energi gas alam masih menguat. Analis melihat penguatan harga tak signifikan karena masih ada potensi harga anjlok.

Mengutip Bloomberg, Jumat (14/6), harga gas alam kontrak pengiriman Juli 2019 berada di level US$ 2,39 per mmbtu. Angka ini menguat 2,67% dari harga sebelumnya US$ 2,33 per mmbtu.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, penguatan harga gas alam tidak bisa disebut naik signifikan. Pasalnya, naiknya harga gas alam kata Wahyu karena awal tahun dan beberapa pekan lalu harga sempat anjlok.

Yang ditambah musim dingin membantu permintaan gas alam naik. "Tapi harga belum bisa bertahan naik. Karena dilihat dalam jangka waktu pendek dan menengah masih menurun," ujar Wahyu kepada Kontan.co.id, Jumat (14/6).

Pelemahan harga gas alam dalam jangka waktu pendek, diyakini Wahyu karena harga gas alam telah merosot 20% pada tahun lalu.

Dus, harga gas alam cair, atau dikenal sebagai LNG, baru saja mencapai titik terendah tiga tahun belakangan karena pasokan meningkat lebih cepat dari permintaan gas alam itu sendiri. "Harga anjlok menjadi potensi investor untuk beli dalam jangka waktu panjang," tandasnya.

Wahyu memperkirakan harga gas alam bergerak di kisaran US$ 2,26 per mmbtu hingga US$ 2,40 per mmbtu. Sementara sepekan diproyeksi bergerak di level US$ 2,15 per mmbtu sampai US$ 2,45 per mmbtu. Wahyu merekomendasikan sell on strength.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×