kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga Gas Alam Stabil di Atas US$ 6 Per MMBTU, Ini Pemicunya


Rabu, 09 November 2022 / 09:53 WIB
Harga Gas Alam Stabil di Atas US$ 6 Per MMBTU, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Harga gas alam masih stabil di atas level US$ 6 per million british thermal unit (MMBTU). REUTERS/Issei Kato


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga gas alam masih stabil di atas level US$ 6 per million british thermal unit (MMBTU). Mengutip Bloomberg, per Selasa (8/11), harga komoditas energi ini berada di level US$ 6,75 per mmbtu.

Analis DCFX Futures Lukman Leong menuturkan, terdapat sejumlah faktor yang membuat harga gas alam menguat, diantaranya permintaan yang meningkat, ekspektasi peningkatan ekspor, dan produksi yang menurun.

Meningkatnya permintaan domestik untuk menghadapi bulan November,  yang mana diperkirakan Amerika Serikat (AS) akan dilanda cuaca dingin. Fasilitas ekspor liquified natural gas (LNG) Freeport di Texas yang offline sejak Juni, akan kembali beroperasi pada pertengahan bulan, serta Kilang LNG Cove Point Berkshire Hathaway Energy di Maryland telah kembali beroperasi pada 28 Oktober setelah pemeliharaan selama sebulan.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Turun 2% di Tengah Kekhawatiran Permintaan China

Selain itu, menurut data Refinitiv, rata-rata output gas alam di 48 negara bagian AS turun menjadi 98,3 billion cubic feet per day (bcfd) pada November, turun dari rekor 99,4 bcfd pada Oktober.

Semakin mendekati musim dingin, harga gas alam diperkirakan masih akan meningkat. Saat ini, sentimen lebih utama pada konsumsi yang meningkat di musim dingin dan produksi. Akhir tahun ini, harga gas alam diperkirakan akan berkisar di US$ 7 sampai US$ 7,5 per mmbtu.

“Sementara tahun depan, mulai dari Februari sampai Maret 2023 setelah musim dingin, diperkirakan harga gas akan menurun dan akibat perlambatan pada ekonomi utama dunia, dengan harga di kisaran US$ 5,5 sampai US$ 6,5 per mmbtu,” terang Lukman kepada Kontan.co.id, Selasa (8/11).

Founder Traderindo.com Wahyu Triwibowo Laksono menyebut, terdapat sejumlah sentimen yang mempengaruhi harga gas alam. Dari asia, otoritas China menegaskan kembali komitmen terhadap kebijakan nol Covid-19 di wilayahnya. Kebijakan ini telah memangkas konsumsi energi dan output di negara tirai bambu tersebut.

Baca Juga: Musim Dingin Jadi Pemacu Kenaikan Harga Gas Alam

Kementerian Energi Thailand juga mengatakan akan mengurangi pembelian spot LNG dalam beberapa pekan mendatang, dan meningkatkan penggunaan bahan bakar diesel untuk pembangkit listrik. Hal ini guna membantu mengendalikan harga dengan lebih baik.

Wahyu menyebut, range harga gas alam saat ini cenderung terkoreksi, dengan rentang harga US$ 5  sampai US$  8 per mmbtu di akhir tahun ini. Harga US$ 6 per mmbtu merupakan level konsolidasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×