kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Gandum Turun Untungkan Indofood Sukses Makmur (INDF), Cek Rekomendasi Analis


Minggu, 15 Oktober 2023 / 19:55 WIB
Harga Gandum Turun Untungkan Indofood Sukses Makmur (INDF), Cek Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Warga berbelanja di sebuah supermarket di Depok, Jawa Barat, Senin (2/10/2023). Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memprediksi hingga akhir tahun industri mamin dapat tumbuh di atas 5 persen, mengacu pada kondisi normal yang memiliki pertumbuhan pada 7 persen sampai dengan 10 persen. KONTAN/Baihaki/2/10/2023


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan harga beberapa komoditas terutama gandum menjadi salah satu katalis positif bagi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengingat gandum merupakan bahan baku utama dari segmen mi instan.

Secara year to date (ytd), harga gandum telah turun -27,1% mencapai US$ 565,5 per bushel, karena tersulutnya tensi Rusia-Ukraina akibat tidak diperpanjangnya grain initiative deals. 

Research Analyst Samuel Sekuritas, Pebe Peresia, dalam riset 6 Oktober 2023 mengatakan, dengan terjadinya penurunan harga bahan baku tersebut,  EBIT margin sepanjang tahun 2023 ICBP dapat mencapai 21,7%, alias angka EBIT margin tertinggi di antara semua segmen INDF.

Baca Juga: Semester I/2023, Emiten Konsumer INDF dan ICBP Buku Pertumbuhan Positif

"Selain itu, kami juga menilai segmen utama INDF tersebut akan meraup dampak positif dari kampanye pemilu, seperti pada periode sebelumnya (penjualan 2 kuartal sebelum pemilu naik signifikan, 2019: +11.8% YoY)," kata Peresia.

 

Namun, untuk segmen Bogasari diprediksi pada semester II-2023 akan kembali melemah, hal ini dibebani oleh potensi penurunan ASP mengikuti penurunan harga gandum sebagai bahan baku utamanya.

Baca Juga: Kinerja Diproyeksi Membaik, Cermati Rekomendasi Saham Indofood Sukses Makmur (INDF)

Dengan begitu, Peresia merekomendasikan buy pada saham INDF dengan target harga Rp 8.000. Adapun resiko dalam rekomendasi ini terkait pelemahan rupiah dan kenaikan harga bahan baku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×