kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Harga Emas Turun, Ini Sinyal Rebound dan Prospeknya hingga Akhir 2026


Jumat, 24 April 2026 / 11:33 WIB
Harga Emas Turun, Ini Sinyal Rebound dan Prospeknya hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Harga Emas Turun (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas masih bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, namun peluang penguatan tetap terbuka seiring perubahan arah kebijakan moneter global. 

Melansir Trading Economic pada hari Jumat (24/4/2026) pukul 10.50 WIB, harga emas di pasar spot melorot 3,3% dalam seminggu menjadi US$ 4.675 per ons troi.

Analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono menilai, pergerakan emas saat ini tengah memasuki fase pemulihan setelah sempat terkoreksi pada pertengahan Maret 2026.

Secara teknikal dalam jangka pendek (mingguan), Wahyu menjelaskan harga emas berada dalam fase rebound awal dengan kecenderungan menguji area resistance. Level resistance terdekat berada di kisaran US$ 4.900 hingga US$ 5.300 per ons troi. Sementara itu, level support berada di area US$ 4.500 hingga US$ 4.100.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini, Jumat (24/4) Tidak Berubah di Level Rp 2.805.000 Per Gram

“Secara teknikal, harga emas sedang berada dalam fase pemulihan setelah mengalami koreksi sehat pada pertengahan Maret,” ujar Wahyu kepada Kontan, Kamis (23/4/2026).

Memasuki kuartal II 2026, prospek emas diperkirakan bergerak rebound konsolidatif. Wahyu bilang, sejumlah faktor eksternal masih menjadi penggerak utama, mulai dari meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah hingga meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Selain itu, arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar. Menurut Wahyu, ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat semakin terbatas, sehingga membuka peluang pelonggaran kebijakan ke depan.

Untuk periode April hingga Juni 2026, emas diperkirakan bergerak dengan resistance di kisaran US$ 5.400 hingga US$ 5.600. Adapun support berada di level US$ 3.880 hingga US$ 3.000.

Lebih lanjut, pada semester II 2026, Wahyu memproyeksikan harga emas akan bergerak lebih bullish. Hal ini didorong oleh potensi perubahan arah kebijakan moneter global, khususnya dari bank sentral AS yang mulai diantisipasi akan memangkas suku bunga.

Baca Juga: Harga Emas Terseret Gejolak Timur Tengah, Sentuh Level Terendah Sepekan

Penurunan suku bunga umumnya menjadi katalis positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost dari aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.

Di sisi lain, risiko perlambatan ekonomi global akibat tingginya inflasi dan lonjakan harga minyak juga menjadi faktor pendukung. Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian geopolitik, meskipun ada peluang meredanya konflik yang justru dapat mendorong pelonggaran kebijakan moneter.

Tak hanya itu, aksi pembelian emas oleh bank sentral dunia, terutama China, dinilai akan menjadi penopang kuat bagi harga emas ke depan.

Untuk semester II 2026, Wahyu memperkirakan emas berpotensi menguji resistance di level US$ 5.000 hingga US$ 6.000. Sementara itu, level support berada di kisaran US$ 4.000 hingga US$ 3.000.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Wahyu menilai potensi pelemahan emas masih terbuka dalam jangka pendek, khususnya pada kuartal II. 

"Jadi potensi pelemahan masih terbuka Q2 ini atau setidaknya terjadi bottoming (pencetakan low) di semester kedua, hanya untuk landas pacu untuk lanjut terbang lagi mengejar target rekor barunya," pungkas Wahyu.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (23/4) Turun Rp 25.000 Jadi Rp 2.805.000 Per Gram

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×