kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.890   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.020   2,72   0,03%
  • KOMPAS100 1.126   0,77   0,07%
  • LQ45 815   2,67   0,33%
  • ISSI 286   -0,24   -0,08%
  • IDX30 431   1,73   0,40%
  • IDXHIDIV20 523   5,56   1,07%
  • IDX80 126   0,23   0,19%
  • IDXV30 142   1,55   1,10%
  • IDXQ30 138   0,75   0,54%

Harga Emas Terus Menguat, Perang Timur Tengah Dorong Perburuan Safe Haven


Selasa, 03 Maret 2026 / 10:53 WIB
Harga Emas Terus Menguat, Perang Timur Tengah Dorong Perburuan Safe Haven


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas kembali melanjutkan tren kenaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Perang udara yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran meluasnya konflik menjadi perang regional berkepanjangan, sehingga mendorong investor memburu aset aman.

Mengutip laporan Reuters, Selasa (3/3/2026), harga emas spot naik 1% ke level US$ 5.377,21 per ons pada pukul 01.22 Waktu setempat. 

Kenaikan ini menandai penguatan untuk sesi kelima berturut-turut. Pada sesi sebelumnya, harga emas batangan sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari empat minggu setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir pekan.

Sejalan dengan itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April naik 1,5% ke US$5.391,90 per ons.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 13.000 Jadi Rp 3.122.000 Per Gram, Selasa (3/3)

Kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer, menilai ketidakpastian konflik menjadi faktor utama lonjakan permintaan emas. “Lingkup dan durasi konflik tetap sangat tidak pasti, dan dengan ketidakpastian tersebut, emas merebut sebagian besar permintaan aset aman,” ujarnya.

Situasi semakin memanas setelah media Iran melaporkan pernyataan pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Senin yang menyebut Selat Hormuz telah ditutup. 

Iran juga memperingatkan akan menembak kapal mana pun yang mencoba melintas di jalur strategis tersebut.

Peringatan ini disebut sebagai yang paling eksplisit sejak Iran menyampaikan penutupan jalur ekspor pada Sabtu. Langkah tersebut berpotensi menghambat sekitar seperlima aliran minyak global dan telah mendorong lonjakan tajam harga minyak mentah.

Di sisi lain, dolar AS bertahan di dekat level tertinggi lebih dari lima minggu yang dicapai pada Senin, didukung permintaan kuat dan sikap pasar yang cenderung berhati-hati. 

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Emas, Target Jangka Pendek US$ 5.750

Meski penguatan dolar biasanya menekan emas karena membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, kondisi krisis mengubah pola tersebut.

Dalam situasi ketidakpastian tinggi, investor kerap memborong dolar AS dan emas sekaligus sebagai aset lindung nilai. Waterer menambahkan, harga emas berpotensi bergerak lebih tinggi jika tidak tertahan oleh penguatan dolar. 

"Kekhawatiran inflasi kini menjadi fokus utama, mengingat arah harga minyak dan berkurangnya volume pengiriman melalui Selat Hormuz," katanya.

Sementara itu, Donald Trump menyatakan akan melanjutkan konflik selama diperlukan dan memperingatkan akan adanya gelombang besar serangan lanjutan dalam waktu dekat, meski tanpa rincian spesifik.

Serangan terhadap Iran telah menyeret kawasan Teluk ke dalam perang, menewaskan puluhan warga sipil di Iran, Israel, dan Lebanon. Konflik ini juga memicu kekacauan transportasi udara global serta menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: Emas Masih Jadi Pelarian Investor! Bisa Tembus US$ 6.000 Jika Ketegangan Berlanjut

Selain emas, harga logam mulia lain turut menguat. Harga perak spot naik 1,4% menjadi US$90,67 per ons setelah sebelumnya mencapai level tertinggi lebih dari empat minggu. 

Harga platinum spot naik 0,6% ke US$2.316,50 per ons, sementara paladium melonjak 1,6% menjadi US$1.795,08 per ons.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×