kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Harga Emas Tertekan, Pasar Antisipasi The Fed Kembali Kerek Suku Bunga


Selasa, 22 September 2026 / 18:26 WIB
Harga Emas Tertekan, Pasar Antisipasi The Fed Kembali Kerek Suku Bunga
ILUSTRASI. Harga emas turun seiring sinyal hawkish The Fed, kenaikan minyak dan penguatan dolar AS menekan daya tarik bullion. (REUTERS/Angelika Warmuth)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas kembali tertekan pada perdagangan Selasa (22/9/2026), seiring menguatnya ekspektasi pasar bahwa suku bunga The Federal Reserve (The Fed) akan bertahan tinggi lebih lama.

Tekanan terhadap emas semakin kuat setelah sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih diperlukan untuk meredam inflasi. Kenaikan harga minyak juga turut menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,1% menjadi US$ 4.295,62 per ons troi pada pukul 08.32 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS melemah 1,2% menjadi US$ 4.332 per ons troi.

"Pengetatan kebijakan moneter menjadi hambatan bagi emas," kata analis pasar Jamie Dutta dari platform perdagangan Nemo.money.

Baca Juga: Harga Emas Bertahan di US$ 4.344 pada Pagi Ini (22/9), Tertekan Prospek Suku Bunga

The Fed sebelumnya menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada pekan lalu. Gubernur The Fed Kevin Warsh juga mengisyaratkan masih terbukanya ruang untuk kenaikan bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Sinyal serupa disampaikan Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem dan Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee.

Keduanya menilai kenaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan untuk menekan inflasi yang masih dipengaruhi permintaan kuat dan kenaikan harga energi.

Ekspektasi tersebut tercermin dari CME FedWatch Tool. Pelaku pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 92%, naik dari sekitar 80% pada pekan sebelumnya.

Kondisi ini menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga dan imbal hasil aset berbasis dolar meningkat, investor cenderung memiliki lebih banyak alternatif aset yang memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, harga minyak mulai menguat setelah mengalami penurunan dalam empat sesi perdagangan sebelumnya.

Baca Juga: Harga Emas Tertekan, Investor Cermati Prospek Suku Bunga Global

Pergerakan minyak menjadi perhatian pasar karena kenaikan harga energi dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi dan memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Pergerakan dolar AS yang menguat juga menambah tekanan terhadap emas. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Investor juga mencermati kemungkinan pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini.

Selain emas, logam mulia lainnya juga bergerak melemah. Harga perak spot turun 2% menjadi US$ 64,68 per ons troi. Platinum turun 1,5% menjadi US$ 1.770,19 per ons troi, sedangkan palladium terkoreksi 1,4% menjadi US$ 1.283,40 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×