kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Harga emas stagnan menunggu hasil pemilihan tengah periode AS hari ini


Selasa, 06 November 2018 / 08:06 WIB
Harga emas stagnan menunggu hasil pemilihan tengah periode AS hari ini
ILUSTRASI. Emas batangan


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas bergerak di rentang sempit menjelang pemilihan tengah periode Amerika Serikat (AS). Selasa (6/11) pukul 7.53 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange berada di US$ 1.232,40 per ons troi, naik tipis dari US$ 1.232,30 per ons troi kemarin.

Harga emas bergerak di atas level US$ 1.230 per ons troi lagi sejak Kamis pekan lalu. "Pasar emas cenderung sepi menjelang pemilihan tengah periode AS dan investor menunggu apa yang terjadi selanjutnya," kata Bob Haberkorn, senior market strategist RJO Futures kepada Reuters.

Analis mengatakan, aksi profit taking sempat melanda harga emas dalam dua hari perdagangan hingga kemarin. "Posisi net-short turun karena adanya ketidakpastian. Tapi dalam beberapa pekan terakhir ada peningkatan sehingga kami perkirakan ini adalah profit taking," kata Warren Patterson, analis ING.

Investor mengamati pemilihan tengah periode AS yang memicu minat pada logam mulia. Polling opini menunjukkan ada peluang besar Partai Demokrat memenangkan kursi House of Representatives pada pemilihan hari ini, 6 November 2018.

Peter Hug, global trading director Kitco Metals mengatakan, jika Demokrat membawa kejutan, tekanan pada dollar akan meninggi dan harga emas naik. "Partai Republik menguasai House dan Senat akan menciptakan tekanan jual," kata Hug.

Faktor lain yang perlu diwaspadai adalah pertemuan Federal Reserve pekan ini untuk mengukur outlook kebijakan moneter AS. Pasar menebak The Fed tidak akan menaikkan suku bunga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×