kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Harga Emas Spot dan Antam Kompak Turun pada Juni, Ini Penyebabnya


Rabu, 01 Juli 2026 / 17:47 WIB
Harga Emas Spot dan Antam Kompak Turun pada Juni, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Harga emas kompak terkoreksi sepanjang Juni 2026, dipicu oleh menguatnya ekspektasi bahwaThe Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.(REUTERS/Alexander Manzyuk)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas kompak terkoreksi sepanjang Juni 2026. Pelemahan dipicu oleh menguatnya ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot turun 12,07% secara bulanan atau month on month (MoM), dari US$ 4.593 per ons troi pada Mei menjadi US$ 4.038 per ons troi pada Juni.

Adapun, pada Rabu (1/7/2026) pukul 17.29 WIB, harga emas spot ada di level US$ 3.987,47 per ons troi.

Sementara itu, mengacu pada laman Logam Mulia, harga emas bersertifikat Antam juga melemah 5,19% secara MoM menjadi Rp 2.630.000 per gram dibandingkan dari Rp 2.774.000 per gram pada Mei.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Terkoreksi pada Kamis (2/7), Cermati Sentimen Ini

Research & Development ICDX Tiffani Safinia mengatakan, koreksi harga emas pada Juni dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

"Data inflasi AS yang masih berada di atas target serta pasar tenaga kerja yang tetap solid memperkuat peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Selain itu, kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut meningkatkan kekhawatiran inflasi," ujar Tiffani kepada Kontan, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, arah kebijakan The Fed dan penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang membentuk sentimen pasar emas sepanjang Juni. Ekspektasi suku bunga tinggi mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS sekaligus memperkuat dolar AS.

Kondisi tersebut membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga. Selain itu, penguatan dolar AS juga membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaan cenderung melemah.

Baca Juga: Mitratel (MTEL) Tawarkan Dividend Yield Hingga 5%, Menarikkah Untuk Diburu?

Adapun penurunan harga emas Antam relatif lebih terbatas dibandingkan emas spot. Tiffani menjelaskan, selain dipengaruhi harga emas dunia, harga emas Antam juga dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta mekanisme penetapan harga di pasar domestik.

"Pelemahan rupiah selama periode tersebut turut menahan penurunan harga emas Antam sehingga koreksinya tidak sedalam harga emas spot," kata Tiffani.

Memasuki semester II-2026, Tiffani memperkirakan harga emas masih bergerak fluktuatif seiring perkembangan inflasi AS, arah kebijakan The Fed, dan dinamika geopolitik global.

Selama belum ada perubahan signifikan pada faktor-faktor tersebut, Tiffani memperkirakan harga emas spot bergerak di kisaran US$ 3.900 hingga US$ 4.400 per ons troi. Sementara itu, harga emas Antam diproyeksikan berada pada rentang Rp 2.500.000 hingga Rp 2.750.000 per gram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×