kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga emas spot bergerak turun di US$ 1.723,03 per ons troi


Jumat, 24 April 2020 / 10:26 WIB
ILUSTRASI. Harga emas spot masih berada di posisi tinggi pada perdagangan Jumat (24/4). REUTERS/Tamara Abdul Hadi/File Photo


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas bergerak turun. Mengutip Bloomberg, Jumat (24/4) pukul 10:05 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.723,03 per ons troi, turun 0,43% dibanding penutupan kemarin. Walau menurun, harga emas spot ini tetap mendekati level tertingginya. 

Harga emas spot ini dipengaruhi oleh data ekonomi yang suram serta stimulus terbaru di Amerika Serikat (AS)  terkait pandemi Covid-19. Dewan Perwakilan AS Amerika Serikat sangat menyetujui bantuan coronavirus senilai US$ 484 miliar pada hari Kamis, mendorong total respons pembelanjaan terhadap krisis hingga mendekati US$ 3 triliun yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Baca Juga: Melesat,harga emas Antam naik Rp 10.000 ke Rp 944.000 per gram pada Jumat (24/4)

Para pemimpin Uni Eropa sepakat pada hari Kamis untuk membangun dana darurat triliunan euro untuk membantu memulihkan dari pandemi. Kegiatan ekonomi global terhenti bulan ini karena penguncian sehingga berdampak pada industri jasa dunia.

Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis mengatakan 4.427 juta lebih banyak orang melamar tunjangan pengangguran pekan lalu, menjadikan totalnya sejak pertengahan Maret menjadi 26,5 juta. 

Baca Juga: Inggris bakal rilis obligasi besar-besaran untuk danai lonjakan pengeluaran Covid-19

Kepercayaan konsumen Inggris bertahan di level terendah sejak 2009 bulan ini setelah jatuh pada akhir Maret, sementara tingkat pertumbuhan inflasi konsumen inti tahunan Jepang melambat untuk bulan kedua berturut-turut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×