Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia kembali menembus rekor baru pada Kamis (27/3), karena investor mencari aset safe-haven.
Ini sebagai tanggapan atas meningkatnya ketegangan perdagangan global dan jatuhnya pasar saham, menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang tarif mobil baru.
Mengutip Reuters, Kamis (27/3), harga emas spot naik 1,2% menjadi US$ 3.054,72 per ons troin pada pukul 10:44 ET (1444 GMT), setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 3.057,78. Harga logam mulia telah mencapai 17 rekor tertinggi tahun ini.
Harga emas berjangka AS naik 1,1% menjadi US$ 3.056,10, juga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 3.065,50 di awal sesi.
"Sepertinya kita akan melihat (emas berjangka mencapai) US$ 3.100 dalam waktu dekat dan katalis utamanya adalah pembelian safe-haven, didorong oleh ketidakpastian seputar rencana tarif Trump," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Update Grafik Harga Emas Antam, Hari Ini Bergerak Kemana? (27 Maret 2025)
Pemerintah dari Kanada hingga Prancis mengancam akan melakukan pembalasan setelah Trump mengumumkan tarif 25% untuk kendaraan impor, yang akan berlaku sehari setelah ia berencana untuk mengumumkan tarif timbal balik. Kebijakan tarif Trump ini ditujukan kepada negara-negara yang menurutnya bertanggung jawab atas sebagian besar defisit perdagangan AS.
Pasar saham global jatuh karena saham di beberapa produsen mobil terbesar dunia anjlok.
Menyusul keputusan Federal Reserve minggu lalu untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil, sementara mengindikasikan potensi penurunan suku bunga akhir tahun ini, investor sekarang menunggu data Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mengukur lintasan untuk penurunan suku bunga lebih lanjut.
"Jika (data PCE) keluar lebih baik dari yang diharapkan, itu mungkin menandakan lebih banyak kenaikan untuk emas... karena The Fed akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk mulai menurunkan suku bunga," kata Haberkorn.
Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik dan seringkali berkembang dalam lingkungan suku bunga rendah.
Goldman Sachs pada hari Rabu menaikkan perkiraan harga emas akhir 2025 menjadi US$ 3.300 per ons dari US$ 3.100, mengutip arus masuk ETF yang lebih kuat dari perkiraan dan permintaan bank sentral yang berkelanjutan.
Baca Juga: Cuan 33,69% Setahun, Hari Ini Harga Emas Antam Naik (27 Maret 2025)
Selanjutnya: BGR Logistik Indonesia Dukung Program Mudik Gratis Bersama BUMN
Menarik Dibaca: Dividen Bank Danamon (BDMN) Rp 113,85 per saham, Potensi Yield 4,6%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News