kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Harga Emas Naik Tipis pada Selasa (28/4) Pagi, Pedagang Cermati Negosiasi AS-Iran


Selasa, 28 April 2026 / 07:55 WIB
Harga Emas Naik Tipis pada Selasa (28/4) Pagi, Pedagang Cermati Negosiasi AS-Iran
ILUSTRASI. Harga emas naik tipis karena pedagang mempertimbangkan upaya terbaru AS dan Iran untuk menemukan solusi negosiasi perang Iran.(REUTERS/Hiba Kola)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Pukul 07.46 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.707,70 per ons troi, naik 0,3% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.693,79 per ons troi.

Harga emas naik tipis karena pedagang mempertimbangkan upaya terbaru AS dan Iran untuk menemukan solusi negosiasi perang Iran.

Mengutip Bloomberg, Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat keamanan nasional untuk membahas proposal perdamaian terbaru yang ditawarkan Iran. Tetapi Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, AS tetap mempertahankan garis merah pada setiap kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Baca Juga: Harga Minyak Naik pada Selasa (28/4) Pagi, Investor Menimbang Perundingan Damai Iran

Komentar tersebut muncul setelah laporan bahwa Teheran mengusulkan kesepakatan sementara di mana mereka membuka kembali Selat Hormuz, sebagai imbalan atas penghentian blokade AS terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan ke pelabuhan Iran.

"Perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu dengan Selat Hormuz yang masih terblokir memperpanjang ketidakpastian pasar," kata Marc Loeffert, pedagang di Logam Mulia Hareaus seperti dikutip Bloomberg.

Dalam jangka panjang, kombinasi antara stagnasi ekonomi dan kenaikan harga dapat menyuburkan pasar emas," kataya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×