kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga emas menunggu sinyal The Fed


Rabu, 13 September 2017 / 08:10 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Setelah turun pada perdagangan kemarin, harga emas kembali ke posisi awal pekan. Rabu (13/9) pukul 7.59 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange menguat ke level US$ 1.335,70 per ons troi, sama dengan posisi awal pekan.

Selasa (12/9), harga emas melorot ke US$ 1.332,70 setelah adanya pengumuman sanksi tambahan bagi Korea Utara dari Dewan Keamanan PBB. "Dampak Korea Utara terhadap harga emas masih ada, tapi akan terbatas," kata Bernard Dahdah, analis Natixis kepada CNBC.

Nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) yang melemah dan tensi Korea Utara selama ini menjadi tenaga kenaikan harga emas. Harga emas sudah naik 14,58% sejak awal tahun. Kenaikan harga emas ini bahkan lebih tinggi ketimbang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cuma 10,87% sejak awal tahun.

Setelah tensi Korea Utara mereda, pasar emas mengalihkan perhatian pada bank sentral AS, The Federal Reserve yang akan menggelar pertemuan pekan depan. Asal tahu, harga emas cenderung sensitif terhadap pergerakan suku bunga acuan, terutama suku bunga AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×