Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas kembali melonjak hampir 2% pada Rabu (25/3/2026), dipicu oleh turunnya harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi dan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga, meski konflik di Timur Tengah masih menimbulkan ketidakpastian.
Harga emas spot naik 1,8% menjadi US$ 4.552,94 per ons pada pukul 13.30 Waktu setempat, setelah sempat menyentuh titik terendah empat bulan pada Senin lalu. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup naik 3,4% di level us$ 4.552,30.
“Emas mengalami pemulihan teknis dan juga didukung oleh optimisme bahwa permusuhan yang melibatkan Iran mungkin berkurang, yang menekan harga minyak,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals.
Baca Juga: Harga Emas Melemah, Kekhawatiran Inflasi Akibat Konflik Timur Tengah Tekan Pasar
Ia menambahkan, Jika kekhawatiran inflasi terus menurun, emas berpotensi naik kembali ke us$ 5.000 per ons.
Harga minyak turun setelah Amerika Serikat mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri konflik. Iran masih meninjau proposal tersebut, meski respons awalnya negatif, kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters.
Di sisi lain, Pentagon berencana mengirim ribuan pasukan udara ke Teluk sebagai opsi tambahan bagi Presiden Trump untuk menyerang darat jika diperlukan.
Turunnya harga minyak meredakan tekanan inflasi, yang pada gilirannya menurunkan risiko suku bunga tinggi jangka panjang.
"Meski emas biasanya menjadi aset lindung nilai inflasi, suku bunga tinggi membuat daya tariknya menurun karena biaya peluang meningkat," kata analis dari SP Angel.
Baca Juga: Harga Emas Menguat di Tengah Kekhawatiran Konflik Berkepanjangan di Timur Tengah
SP Angel juga menyoroti bahwa volatilitas harga emas baru-baru ini mencerminkan keluarnya aliran investasi spekulatif pada 2025, namun tren diversifikasi cadangan bank sentral kemungkinan akan berlanjut pada 2026.
Sepanjang 2025, harga emas spot naik 64%, bahkan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa $5.594,82 per ons pada 29 Januari.
Selain emas, harga logam mulia lain mengalami pergerakan: perak spot naik 1,7% menjadi US$ 72,41, platinum naik 0,1% menjadi US$ 1.936,00, sedangkan paladium turun 1% menjadi US$ 1.424,99.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













