kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.580   27,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga emas masih tertekan ramalan suku bunga AS


Selasa, 08 Juli 2014 / 10:45 WIB
ILUSTRASI. Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Selasa 7 Februari 2023. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Harga kontrak emas dunia mengalami penurunan dari level tertingginya dalam tiga bulan terakhir pagi ini (8/7). Berdasarkan data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat turun sebesar 0,2% menjadi US$ 1.317,36 per troy ounce. Pada pukul 11.07 waktu Singapura, harga kontrak yang sama diperdagangkan di posisi US$ 1.317,91 per troy ounce.

Pada 1 Juli lalu, harga emas sempat naik ke posisi US$ 1.332,33 per troy ounce. Ini merupakan level tertingginya sejak 24 Maret lalu.

Salah satu faktor negatif yang menekan harga emas adalah spekulasi investor mengenai outlook kenaikan suku bunga AS yang diramal akan dinaikkan lebih cepat dari prediksi awal.

"Adanya ekspektasi kenaikan suku bunga AS oleh investor ini menekan harga emas. Pergerakan harga emas masih akan flat hingga investor mendapatkan petunjuk lanjutan dari the Fed terkait kapan waktu kenaikan suku bunga," jelas Sarah Xie, analis Wing Fung Financial Group Ltd di Hongkong.

Sementara itu, Joel Crane, analis Morgan Stanley menjelaskan, ekspektasi outlook kenaikan suku bunga AS dan rendahnya tingkat inflasi akan menyebabkan harga emas menurun pada basis rata-rata untuk lima kuartal ke depan. Morgan Stanley memprediksi harga emas akan berada di posisi US$ 1.264 pada tahun ini dan US$ 1.180 di 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×