kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,61   8,16   0.86%
  • EMAS1.017.000 0,30%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga Emas Makin Tertekan Dengan Upaya Tanpa Syarat The Fed


Jumat, 24 Juni 2022 / 06:53 WIB
Harga Emas Makin Tertekan Dengan Upaya Tanpa Syarat The Fed
ILUSTRASI. A security guard places several one kilo gold bars inside a secured vault in Dubai April 20, 2006.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menguat setelah kemarin anjlok dalam. Jumat (24/6) pukul 6.40 WIB, harga emas spot menguat 0,05% ke US$ 1.823,70 per ons troi.

Kemarin, harga emas spot merosot 0,81% dari US$ 1.837,72 per ons troi menjadi US$ 1.822,77 per ons troi. Sementara harga emas berjangka mencatat pergerakan berbeda.

Harga emas berjangka turun dalam lima hari perdagangan berturut-turut atau dalam sepekan terakhir. Harga emas kontrak Agustus 2022 di Commodity Exchange pagi ini melanjutkan pelemahan 0,26% ke US$ 1.825 per ons troi. Kemarin, harga emas berjangka ini juga melemah 0,47% dari US$ 1.838,40 per ons troi.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Nasdaq Melejit 1,62% Pada Perdagangan Kamis (23/6)

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kemarin menguat setelah Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell menggandakan pengetatan kebijakan bank sentral yang bertujuan untuk menjinakkan inflasi. 

Setelah Powell menegaskan komitmen The Fed untuk membatasi inflasi adalah tanpa syarat, indeks dolar melanjutkan kenaikan dan meredupkan daya tarik emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi mahal bagi pembeli di luar negeri. 

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga cenderung mengangkat imbal hasil obligasi. Kenaikan yield surat utang meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan dengan imbal hasil nol. 

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals mengatakan, harga emas sedang ditekan oleh sifat agresif dari strategi pengetatan Fed dan penguatan dolar AS. Pasar emas dan perak juga terbebani oleh ekspektasi bahwa perlambatan ekonomi secara keseluruhan juga dapat menghambat permintaan logam.

Tapi, "Status safe haven emas membatasi penurunan", imbuh Wycoff. 

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham PWON, MIKA, TLKM, ERAA, BRPT Untuk Hari ini (24/6)

Sementara itu, imbal hasil AS turun ke level terendah dalam hampir dua minggu di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi. Powell mengindikasikan bahwa upaya The Fed melawan inflasi dapat mengakibatkan meningkatnya pengangguran. 

Investor juga menimbang data yang menunjukkan penurunan klaim pengangguran mingguan AS pekan lalu karena kondisi pasar tenaga kerja tetap ketat. Sementara itu survei menunjukkan, aktivitas bisnis AS melambat jauh di bulan Juni. 

Analis Bank of China International Xiao Fu mengatakan emas akan menarik pembeli karena risiko resesi. Tapi kenaikan suku bunga secara signifikan dapat mengurangi minat pada berbagai aset, termasuk emas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×