Sumber: Logam Mulia Antam | Editor: Hasbi Maulana
KONTAN.CO.ID - Pada Rabu (1/7/2026), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 5.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.630.000 per gram menjadi Rp 2.625.000 per gram.
Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia juga mengalami penurunan sebesar Rp 15.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.335.000 per gram menjadi Rp 2.320.000 per gram.
Baca Juga: Asing Lanjut Net Sell Rp 577 Miliar, Cek Saham yang Banyak Dijual Asing, Rabu (2/7)
Kalkulasi Potensi Untung Rugi Investasi Emas Antam
Bagaimana rincian potensi untung rugi investor emas Antam ?
- Membeli emas pada 24 Juni 2026 (Rp 2.655.000 per gram) = -12.62% (rugi)
- Membeli emas pada 01 Juni 2026 (Rp 2.799.000 per gram) = -17.11% (rugi)
- Membeli emas pada 01 April 2026 (Rp 2.902.000 per gram) = -20.06% (rugi)
- Membeli emas pada 01 Januari 2026 (Rp 2.488.000 per gram) = -6.75% (rugi)
- Membeli emas pada 01 Oktober 2025 (Rp 2.237.000 per gram) = 3.71% (untung)
- Membeli emas pada 01 Juli 2025 (Rp 1.896.000 per gram) = 22.36% (untung)
- Membeli emas pada 01 April 2025 (Rp 1.826.000 per gram) = 27.05% (untung)
- Membeli emas pada 01 Januari 2025 (Rp 1.515.000 per gram) = 53.14% (untung)
- Membeli emas pada 01 Oktober 2024 (Rp 1.452.000 per gram) = 59.78% (untung)
Baca Juga: IHSG Rebound di Awal Juli 2026, Cermati Saham yang Banyak Diborong Asing
Berdasarkan hitungan Kontan.co.id, selisih antara harga emas dan harga buyback adalah Rp 305.000 per gram.
Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas yang berlaku ketika membeli dari gerai Logam Mulia, dan harga buyback yang berlaku ketika menjual kembali emas kepada gerai tersebut.
Sebagai contoh, jika pada pagi ini investor membeli emas dari Antam, maka harus membayar Rp 2.625.000 per gram.
Apabila karena suatu sebab mendesak investor terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, emas tersebut hanya dihargai Rp 2.320.000 per gram oleh Logam Mulia.
Baca Juga: Serangan Siber Meningkat, Industri Kripto Ubah Strategi Perlindungan Aset
Strategi Jangka Panjang Hadapi Selisih Harga Buyback
Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut jika serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, seorang investor emas bisa salah menghitung potensi untung dan rugi.
Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk instrumen investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang, investor berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan margin laba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














