kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga CPO terkerek harga kedelai


Jumat, 02 Juni 2017 / 15:06 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) masih mendulang keuntungan dari kenaikan permintaan bulan Ramadhan. Penguatan harga CPO juga seiring dengan pergerakan minyak kedelai sebagai barang substitusinya.

Mengutip Bloomberg, Jumat (2/6) pukul 11.29 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Agustus 2017 di Malaysia Derivative Exchange menguat 0,75% ke level RM 2.532 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Tetapi dalam sepekan terakhir CPO tergerus 0,9%.

Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menjelaskan, kenaikan ekspor CPO Malaysia serta penguatan harga minyak kedelai menjadi sentimen pendorong CPO pada akhir pekan. Intertek Testing Service melaporkan ekspor produk sawit Malaysia bulan Mei naik 16% menjadi 1,3 juta ton dibanding bulan sebelumnya. "Kenaikan tersebut menjadi indikasi awal akan potensi peningkatan permintaan di bulan Ramadan," ujarnya.

Sementara harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik sekitar 0,48%. "Kenaikan harga kompetitor di minyak nabati tersebut cenderung mengkerek naik harga CPO," imbuh Putu.

Namun kembali menguatnya ringgit Malaysia meredam kenaikan CPO. Putu memperkirakan rentang perdagangan potensial CPO di bursa Malaysia hari ini pada kisaran RM 2.490 - RM 2.560 per metrik ton. Sementara di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia rentang perdagangan potensial Rp 8.740 – Rp 9.230 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×