kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Harga CPO Semakin Terpuruk Akibat Pasokan yang Masih Tinggi


Selasa, 29 April 2025 / 11:44 WIB
Harga CPO Semakin Terpuruk Akibat Pasokan yang Masih Tinggi
ILUSTRASI. Pekerja membongkar dan menata tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di salah satu tempat penampungan Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (13/1/2025). Menurut pedagang pengumpul harga TBS kelapa sawit sejak dua pekan terakhir di Aceh Barat, mengalami penurunan dari Rp2.500 per kilogram menjadi Rp2.340 per kilogram. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/Spt.


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minyak sawit berjangka Malaysia jatuh di bawah MYR 3.950 per ton pada Selasa (29/4), menandai sesi kerugian kedua berturut-turut. Harga crude palm oil (CPO) terbebani oleh produksi yang lebih tinggi pada bulan Maret setelah panen yang tertunda pada bulan Februari karena curah hujan yang tinggi dan banjir. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (29/4), sementara itu, stok naik menjadi 1,56 juta ton pada bulan Maret, peningkatan pertama dalam tujuh bulan. Volatilitas pasar terus berlanjut di tengah sinyal yang saling bertentangan tentang tarif AS—Beijing.

China membantah laporan bahwa mereka sedang dalam pembicaraan untuk melonggarkan pungutan tarif, sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan langkah selanjutnya adalah di tangan China. 

Baca Juga: Menteri Amran Bertemu Menteri Pertanian Jepang, Bahas Potensi Kerjasama CPO dan Susu

Namun, estimasi ekspor yang solid membantu membatasi penurunan lebih lanjut, dengan data surveyor kargo menunjukkan pengiriman naik sebesar 13,8% hingga 14,8% selama 1–25 April dari bulan sebelumnya. 

Di India, importir utama dunia, permintaan minyak sawit dapat meningkat pada bulan April setelah lima bulan pembelian yang lesu, didukung oleh harga yang lebih rendah dan margin yang lebih baik relatif terhadap minyak kedelai. 

Pada bulan Maret, India mengimpor 424.600 ton minyak sawit, naik 13,7% dari Februari tetapi masih 38% lebih rendah dari bulan yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×