kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Harga CPO masih melaju, saham AALI & GZCO malah dilanda aksi jual


Selasa, 14 Desember 2010 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. PAMERAN TEKNOLOGI MANUFAKTUR


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kontrak harga crude palm oil (CPO) menanjak ke level tertinggi dalam 33 bulan. Penyebabnya adalah rasa cemas investor kalau tingkat produksi CPO di Malaysia dan Indonesia akan mengalami penurunan pada paruh pertama tahun depan.

Pagi tadi, kontrak harga CPO untuk pengantaran Febuari naik 0,9% menjadi 3.754 ringgit atau US$ 1.200 per metrik ton. Ini merupakan level tertinggi sejak Maret 2008. Pada pukul 12.13, harga CPO berada di posisi 3.741.

Kenaikan harga CPO hari ini tidak diikuti oleh kenaikan saham-saham produsen CPO. Saham Astra Agro Lestari (AALI) pada pukul 13.15 turun 0,94% menjadi Rp 26.450. Penurunan juga dialami oleh PT Gozco Plantations (GZCO) sebesar 1,19% menjadi Rp 415.

Meski begitu, Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) berhasil naik sebesar 1,3% menjadi Rp 390. Menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi dalam hasil risetnya yang diterbitkan hari ini, UNSP membidik pendapatan mencapai Rp 4 triliun pada 2011 atau naik 30% dibanding tahun ini.

"Peningkatan penjualan sepenuhnya masih didukung oleh adanya kenaikan dari harga jual komoditas dan peningkatan produksi karet," jelas Betrand. Dia menilai, penurunan produksi CPO masih akan terjadi akibat cuaca buruk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×