kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45960,78   1,83   0.19%
  • EMAS1.033.000 0,49%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga CPO Berpotensi Lanjut Naik, Simak Rekomendasi Saham Astra Agro Lestari (AALI)


Kamis, 01 Desember 2022 / 18:35 WIB
Harga CPO Berpotensi Lanjut Naik, Simak Rekomendasi Saham Astra Agro Lestari (AALI)
ILUSTRASI. Salah satu saham CPO yang dapat dicermati adalah Astra Agro Lestari (AALI).


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga crude palm oil (CPO) berpotensi lanjut naik di sisa tahun 2022. Hal ini disebabkan oleh fenomena La Nina yang akan membawa cuaca buruk di seluruh negara Asia Tenggara sehingga mengganggu produksi CPO. 

"Untuk akhir tahun, harga CPO akan tetap menarik. Saya prediksi harganya bisa menuju RM 4.400 per ton di kuartal I-2023," kata Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (1/12). 

Kenaikan harga tersebut sebenarnya sudah terlihat belakangan ini. Harga CPO kembali ke atas level RM 4.000 per ton, dari RM 3.800 per ton pada pertengahan November 2022 lalu. 

Salah satu saham CPO yang dapat dicermati adalah PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Menurut Cheril, valuasi AALI tergolong murah karena besaran PER-nya saat ini berada di bawah rata-rata PER tiga tahun. AALI juga menarik karena berpotensi membentuk pola uptrend. 

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Sejumlah Emiten Komoditas Berikut Ini

Cheril merekomendasikan buy AALI dengan target harga jangka pendek di Rp 8.700 per saham dan stop loss jika turun ke Rp 8.250 per saham. Pada perdagangan Kamis (1/12), AALI tercatat naik 0,30% ke level Rp 8.350 dengan PER 9,91 kali.

Berdasarkan riset tanggal 31 Oktober 2022, Analis Ciptadana Sekuritas Yasmin Soulisa juga merekomendasikan buy AALI dengan target harga jangka panjang di Rp 12.600 per saham. Target harga ini lebih rendah dari sebelumnya yang berada di Rp 13.800 per saham.

Hal ini sejalan dengan pemangkasan prediksi pendapatan dan laba bersih tahun 2022 dan 2023. Yasmin menurunkan proyeksinya karena penjualan CPO AALI sepanjang sembilan bulan 2022 tergolong rendah. 

Pada Januari-September 2022, volume penjualan CPO AALI merosot 26,5% secara tahunan menjadi 758 ribu ton. Akan tetapi, volume penjualan CPO perusahaan tercatat melesat 55,7% secara kuartalan pada periode Juli-September 2022. 

Baca Juga: Intip Prospek Sektor CPO Beserta Rekomendasi Sahamnya

Untuk sepanjang tahun 2022, pendapatan AALI diprediksi dapat menjadi Rp 21,19 triliun dengan laba bersih Rp 1,63 triliun, masing-masing lebih rendah 14,1% dan 28,6% dari target sebelumnya. Jumlah tersebut turun dari realisasi pendapatan dan laba bersih 2021 yang masing-masing sebesar Rp 24,32 triliun dan Rp 1,97 triliun. 

Yasmin meyakini, harga CPO global pada kuartal keempat 2022 rata-rata di RM 3.500 per ton karena persediaan menumpuk. Yasmin mempertahankan prediksi harga CPO setahun penuh 2022 di RM 5.200 per ton.

Hal yang disukai Yasmin dari AALI adalah penerapan teknologi digital dalam proses pemeliharaan kebun dan infrastrukturnya sejak 2021. Perusahaan mengharapkan perbaikan lebih lanjut dalam efektivitas dan efisiensi proses pemeliharaan.

Saat ini, AALI berada di awal tahapan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dan machine learning. Salah satu contoh penerapannya adalah memprediksi potensi produksi dari 17 lokasi yang berbeda dengan total area tertanam seluas 146 ribu hektare. 

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih Astra Agro Lestari (AALI) Turun di Kuartal III-2022

"Kami berharap melalui digitalisasi, AALI lebih baik dalam memilih area untuk kegiatan penanaman kembali karena perusahaan sedang berjuang melawan tanaman tua dengan profil umur 15,8 tahun pada akhir tahun 2021," tutur Yasmin.

Dalam riset tanggal 31 Oktober 2022, Head of Malaysia Research & Strategy Jeffrey Ng menetapkan rekomendasi overweight untuk AALI dengan target harga Rp 27.000 per saham. Menurutnya, pemulihan laba bersih sedang terjadi di AALI.

Kinerja laba bersih terburuk AALI berakhir sejak kuartal I-2019. Saat itu, AALI kekurangan persediaan. Hal tersebut diprediksi tidak akan terulang kembali.

Jeffrey menyampaikan, sensitivitas laba bersih AALI terhadap perubahan harga CPO tergolong tinggi karena biaya tetapnya juga tinggi. Meskipun begitu, Jeffrey memprediksi harga CPO yang akan tetap solid pada tahun 2022 bakal menopang kinerja perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×