kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga CPO berpeluang terus mencetak rekor


Senin, 06 Januari 2020 / 06:51 WIB
Harga CPO berpeluang terus mencetak rekor
ILUSTRASI. Pekerja melakukan bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) sawit untuk diangkut ke pabrik CPO Subulussalam di Desa Blang Dalam Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, Jumat (16/8/2019). Harga TBS sawit ditingkat petani masih rendah Rp600 per kilogram diban

Reporter: Muhammad Julian, Muhammad Kusuma | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tercatat terus naik sejak November tahun lalu. Harga CPO menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Februari 2017 atau hampir tiga tahun lalu.

Harga CPO bahkan telah mengalami kenaikan pada hari terakhir tahun lalu dibandingkan awal tahun. Harga CPO ditutup di level RM 3.052 per metrik ton di akhir tahun atau meningkat sekitar 45,36% dari awal tahun lalu. Bahkan hari Jumat (3/1) CPO kembali mencatatkan menanjak ke level RM 3.130 per metrik ton, lebih tinggi ketimbang harga tertinggit tahun lalu pada RM 3.128 metrik ton. 

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan penguatan harga CPO tahun lalu didukung oleh program biodiesel 20% atau B20. Menurut dia, program tersebut berhasil mendongkrak permintaan CPO.

Baca Juga: Usai B30, pemerintah tancap gas uji coba B40 dan B50 di kuartal I 2020

Menurut Ibrahim, jika program ini terus berlanjut, harga CPO akan terus menguat. Sebagai catatan, setelah sukses dengan B20, Presiden Joko Widodo juga menyiapkan program B30 bahkan B100 untuk tahun ini.

Ibrahim memprediksi CPO untuk tahun ini bisa mencapai level tertinggi RM 4.000 per metrik ton. “Bisa saja minyak CPO untuk tahun 2020 mencapai level (tertinggi) asal apa yang dikatakan Jokowi benar-benar terealisasi,” tutur Ibrahim.

Untuk Senin (6/1), Ibrahim memperkirakan CPO akan diperdagangkan di level RM 3.120 per metrik ton hingga RM 3.155 per metrik ton.

Baca Juga: Program B30 Berjalan Saat Harga CPO Naik, Harga Biodiesel Tidak Berubah

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono sebelumnya mengatakan mandatori biodiesel 30% (B30) akan meningkatkan serapan konsumsi CPO pada tahun ini.

Di sisi lain, musim kemarau berkepanjangan yang terjadi pada tahun 2019 berpotensi menyebabkan terjadinya perlambatan laju pertumbuhan produksi CPO pada tahun 2020 mendatang. “Nampaknya kenaikan produksi baik di Indonesia maupun Malaysia tidak setinggi (pertumbuhan) produksi di tahun 2019 dibandingkan dengan 2018,” ujar Mukti kepada Kontan.co.id, akhir Desember lalu.

Sebagai gambaran, menurut keterangan Juru Bicara GAPKI Topan Mahdi, produksi CPO di tahun 2018 tercatat sebesar 47 juta ton. Sementara itu, estimasi produksi CPO di tahun 2019 diperkirakan akan mencapai 50 juta ton, atau naik tipis sekitar 6,38% dibanding produksi CPO tahun 2018.




TERBARU

Close [X]
×