kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Harga CPO berharap pada momen Ramadan


Kamis, 29 Maret 2018 / 17:44 WIB
ILUSTRASI. Minyak sawit mentah (CPO)


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sepertinya sulit untuk beranjak naik. Faisyal, analis PT Monex Investindo Futures, memperkirakan, harga CPO baru akan kembali menguat jelang Ramadan nanti. Menurutnya, dengan kondisi seperti sekarang ini, hanya permintaan saat Ramadan saja yang bisa menolong.

“Harga di kuartal II 2018 tergantung pada momen Ramadan,” paparnya kepada Kontan.co.id, Kamis.

Meski melihat ada peluang penguatan, tetapi Faisyal pesimistis, kenaikannya akan cukup signifikan. Pasalnya, ketika Imlek lalu, permintaan juga tidak terlalu tinggi. Padahal, banyak pihak memperkirakan Imlek akan menjadi sentimen positif bagi harga CPO.

Sementara, sampai akhir kuartal I, Faisyal melihat minyak sawit mentah tetap berada di bawah tekanan. Potensi kenaikan produksi pada Maret-April, tarif impor di India dan rencana pemberlakuan pajak ekspor Malaysia, masih memberi sentimen negatif terhadap harga.

“Saat ini produksi tinggi dan permintaan enggak cukup bagus,” imbuhnya.

Dalam perhitungan Faisyal, Senin (2/4), harga CPO akan bergerak di kisaran RM 2.365-RM 2.430 per metrik ton. Sepekan, CPO bisa bergulir di rentang RM 2.330-RM 2.470 per metrik ton.

Mengutip Bloomberg, Kamis (29/3), harga CPO kontrak pengiriman Juni 2018 di Mayalsia Derivatives Exchange ditutup turun 0,45% ke level RM 2.407 per metrik ton. Sedangkan dibanding sepekan sebelumnya, koreksi lebih dalam yaitu mencapai 1,76%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×