kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45897,51   5,93   0.66%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Bitcoin Naik di Atas US$ 45.000 Untuk Pertama Kalinya Sejak April 2022


Selasa, 02 Januari 2024 / 13:10 WIB
Harga Bitcoin Naik di Atas US$ 45.000 Untuk Pertama Kalinya Sejak April 2022
ILUSTRASI. Bitcoin melonjak di atas US$ 45.000 pada hari Selasa (2/1) untuk pertama kalinya sejak April 2022.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Bitcoin melonjak di atas US$ 45.000 pada hari Selasa (2/1) untuk pertama kalinya sejak April 2022. Mata uang kripto terbesar di dunia ini memulai tahun baru dengan ledakan yang didukung oleh optimisme seputar kemungkinan persetujuan dana spot bitcoin yang diperdagangkan di bursa atawa exchange-traded fund (ETF).

Bitcoin menyentuh puncaknya dalam 21 bulan di US$ 45.532, setelah naik 156% tahun lalu dalam kinerja tahunan terkuatnya sejak tahun 2020. Bitcoin terakhir naik 2,5% pada US$ 45.318 tetapi masih jauh dari rekor tertinggi US$ 69,000 yang dicapai pada November 2021.

Ether, koin yang terhubung dengan jaringan blockchain ethereum, naik 1,45% menjadi $2,386 pada hari Selasa, setelah melonjak 91% pada tahun 2023.

Fokus investor tertuju pada apakah regulator sekuritas AS akan segera menyetujui ETF bitcoin spot. Persetujuan atas ETF bitcoin spot akan membuka pasar bitcoin bagi jutaan investor lagi dan menarik miliaran investasi.

Baca Juga: Ini Saran Robert Kiyosaki Agar Bisa Jadi Jutawan di 2024

Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau The U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) telah menolak beberapa permohonan untuk meluncurkan ETF bitcoin spot dalam beberapa tahun terakhir, dengan alasan bahwa pasar mata uang kripto rentan terhadap manipulasi.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, terdapat peningkatan tanda-tanda bahwa regulator siap untuk menandatangani setidaknya beberapa dari 13 usulan ETF bitcoin spot. Ada ekspektasi bahwa keputusan tersebut kemungkinan akan diambil pada awal Januari.

"Reaksi terhadap kemungkinan penolakan akan sangat jelas dan kemungkinan besar akan segera mengalami penurunan," kata Chris Weston, kepala penelitian di Pepperstone seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Aset Kripto Masih Berpeluang Mencetak Harga Tinggi

"Namun, jika kita melihat lampu hijau, pertanyaan yang jelas adalah apakah kita akan mendapatkan skenario beli, skenario jual berdasarkan fakta, atau apakah hal itu mendorong kenaikan kripto lainnya," tambahnya dalam sebuah catatan.

Meningkatnya spekulasi bahwa bank sentral besar akan memangkas suku bunga tahun ini juga merupakan keuntungan bagi mata uang kripto. Penurunan suku bunga membantu menghilangkan kesuraman yang terjadi di pasar kripto setelah runtuhnya FTX dan kegagalan bisnis kripto lainnya pada tahun 2022.

“Pasar kripto akan mengalami pertumbuhan yang signifikan tahun ini, dengan faktor utama yang mempengaruhi adalah masuknya dana investasi dari ETF spot, halving Bitcoin, dan kebijakan moneter yang lebih akomodatif baik di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia,” kata Jupiter Zheng, partner dana cair di HashKey Capital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×