kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga Bitcoin bangkit kembali, nyaris menembus level US$ 40.000


Kamis, 05 Agustus 2021 / 15:48 WIB
ILUSTRASI. Pada Kamis (5/8/2021), harga Bitcoin sempat menyentuh US$ 39.965,40. Meski akhirnya, gagal mempertahankan posisi di level US$ 39.000. REUTERS/Edgar Su.


Sumber: CoinDesk | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin bangkit kembali, dan nyaris menembus level US$ 40.000 pada Kamis (5/8), menyusul respons pembeli yang menanggapi kondisi oversold jangka pendek.

Mengacu data CoinDesk, pada Kamis, harga Bitcoin sempat menyentuh US$ 39.965,40. Meski akhirnya, gagal mempertahankan posisi di level US$ 39.000.

Pukul 15.41 WIB, harga Bitcoin aada di US$ 38.790,90 atau naik 2,85% dari posisi 24 jam sebelumnya.

Baca Juga: Harga Bitcoin perpanjang penurunan, cemas kebijakan di AS dan China

"Jika BTC (Bitcoin) bertahan di atas US$ 40.000 selama seminggu, kemungkinan penembusan akan meningkat,” kata Pankaj Balani, CEO Delta Exchange, kepada CoinDesk. 

“Kami percaya, terobosan konklusif level US$ 40.000, BTC bisa menantang level US$ 48.000. Pada sisi negatifnya, para pedagang akan dengan tajam memantau level US$ 36.000," ujarnya

Namun, beberapa analis memperkirakan, reli harga Bitcoin baru-baru ini akan memudar.

"Pemulihan jangka pendek hari ini yang menghentikan penurunan empat hari berturut-turut bisa diartikan hanya sebagai rebound dengan resistensi di sekitar US$ 42.000 hingga US$ 45.000," sebut Analis DailyFX Michael Boutros.

Selain itu, rebound dollar AS bisa membatasi kenaikan harga Bitcoin dalam waktu dekat, Boutros menambahkan.

Selanjutnya: Harga Bitcoin melanjutkan penurunan, masih berpotensi turun terus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×