kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga aluminium tergerus lebih dari 3% di kuartal ketiga


Rabu, 03 Oktober 2018 / 06:57 WIB
ILUSTRASI. Produksi batang aluminium


Reporter: Disa Ayulia Agatha | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga aluminium terkoreksi pada kuartal III kali ini. Mengutip Bloomberg, harga aluminium kontrak tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) per akhir September ditutup pada level US$ 2.062 per metrik ton. Harga aluminium di kuartal III melorot 3,3%. Adanya profit taking diduga menjadi penyebab melemahnya aluminium secara teknis.

Andri Hardianto, analis Asia Trade Point Futures mengatakan walaupun terkoreksi, sentimen jangka panjangnya masih terbilang bullish hingga penutupan kuartal selanjutnya. Faktor pendukung lain adalah ditutupnya beberapa smelter di China pada akhir tahun.

"Kalau kita lihat permintaan dari konsumen terbesar yaitu China relatif stabil. Pada semester pertama di 17,782 juta ton ada kenaikan 0,9% di periode yang sama tahun lalu. Diperkirakan sampai akhir tahun permintaan China akan relatif stabil," jelasnya.

Pergerakan harga aluminium juga masih dipengaruhi oleh dampak sanksi Amerika Serikat terhadap Perusahaan Rusia United Co. Rusal. Produsen aluminium terbesar di luar China ini menyumbang lebih dari sepertiga stok di gudang LME.

"Dia adalah produsen aluminium yang cukup besar yang tidak boleh mengikuti transaksi dagang. Ini juga menjadi sentimen bullish," ujarnya. Andri memproyeksikan harga timah masih akan bullish sampai akhir tahun.

Kemarin, harga aluminium berada di US$ 2.118 per metrik ton. Harga logam industri ini tergerus 6,61% sejak awal tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×