kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Grup Djarum perkuat posisinya dalam TOWR


Senin, 04 Desember 2017 / 19:13 WIB


Reporter: | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terungkap sudah identitas dibalik transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) senilai Rp 6,5 triliun.

PT Sapta Adhikari Investama (SAI) merupakan perusahaan di balik crossing saham tersebut. SAI merupakan entitas usaha milik Keluarga Hartono, yang tak lain merupakan pemilik Grup Djarum.

"Transaksi ini murni dilakukan oleh Grup Djarum untuk menambah kepemilikannya dalam TOWR," ujar Wakil Direktur Utama sekaligus Sekretaris Perusahaan TOWR Adam Gifari kepada KONTAN, Senin (4/11).

Sebagaimana diketahui, akhir pekan lalu, terjadi crossing atas 1,63 miliar saham TOWR pada harga Rp 4.000 per saham. Artinya, SAI membeli saham TOWR dengan harga premium mengingat harga saham TOWR saat itu berada disekitar level Rp 3.880 per saham.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Sapta Adhikari dalam TOWR bertambah menjadi 48,81% dari sebelumnya 32,86%. Adapun, sisa 51,19% saham dimiliki publik di bawah 5%.

Investasi senilai Rp 6,5 triliun ini selain bentuk dukungan yang kuat dari Grup Djarum juga menunjukan keyakinan akan prospek perusahaan. Pada saat yang bersamaan, crossing saham tersebut juga menjawab kekhawatiran atau stock overhang atas saham TOWR seiring dengan tindakan monetisasi finansial yang dilakukan investor.

Dengan posisi Grup Djarum yang lebih kuat, hal ini juga membuka peluang yang lebih lebar bagi TOWR untuk melakukan ekspansi secara anorganik, akuisisi. Namun, Adam memastikan akuisisi tidak spesifik hanya dilakukan atas PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).

Menurutnya, selama terms and condititions masih menarik, potensi untuk melakukan akuisisi masih terbuka. "Ekspansi anorganik di industri menara ini juga biasa dilakukan baik di Indonesia maupun luar negeri," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×