CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.000,13   -8,57   -0.85%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Golden Energy Mines (GEMS) Anggarkan Capex Sebesar US$ 22 Juta di Tahun 2022


Kamis, 27 Januari 2022 / 17:16 WIB
Golden Energy Mines (GEMS) Anggarkan Capex Sebesar US$ 22 Juta di Tahun 2022
ILUSTRASI. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), anak perusahaan Sinar Mas Group atau Sinarmas di bidang pertambangan batubara.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$ 22 juta untuk tahun 2022. Sumber pendanaan untuk belanja modal GEMS ini berasal dari internal dan pinjaman perbankan.

Sekretaris Perusahaan GEMS Sudin Sudiman mengatakan, belanja modal tahun 2022 bakal dialokasikan untuk menunjang bisnis batubara anak usaha GEMS, yakni PT Borneo Indobara (BIB).

“Capex untuk BIB saja US$ 22 juta untuk tahun 2022 ini. Capex BIB terutama untuk port facility, jalan hauling, dan teknologi pendukung,” jelas Sudin kepada Kontan.co.id (27/1).

Sebelumnya, GEMS dan BIB memang telah mengantongi pinjaman dari Bank Mandiri dengan plafon hingga US$ 50 juta. Ditandatangani pada 29 November 2021 lalu, fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun atau sampai dengan tanggal 23 Desember 2026 ini.

Baca Juga: Ini Agenda Bisnis Golden Energy Mines (GEMS) Tahun Ini

Jika dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya, anggaran capex GEMS tahun ini mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 lalu, GEMS hanya menganggarkan capex sekitar US$ 8,4 juta.

Sudin bilang, kenaikan capex perusahaan dimaksudkan untuk mendukung rencana produksi batubara perusahaan pada tahun ini.

Hingga tutup tahun nanti, GEMS mengejar target produksi konsolidasi sebesar 40 juta ton batubara. Di mana, sebanyak 36 juta dari target tersebut akan dipenuhi oleh BIB.

“Ada peningkatan produksi di BIB, RKAB (BIB) tahun ini 36 juta ton,” ujar Sudin.

Sebagai pembanding, GEMS mencanangkan target produksi konsolidasi sebesar 39,6 juta ton batubara pada tahun 2021 lalu, lebih besar dibanding  realisasi produksi batubara GEMS pada tahun 2020 yang hanya 33,46 juta ton.

 

 

Namun, berhubung kondisi cuaca yang tidak mendukung, realisasi produksi batubara GEMS diperkirakan tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Kontan.co.id mencatat, realisasi produksi batubara GEMS mencapai kurang lebih 26,6 juta ton pada sepanjang Januari-November 2021 lalu.

Melansir laporan keuangan interim perusahaan per 30 November 2021, GEMS membukukan pendapatan konsolidasi sebesar US$ 1,44 miliar di 11 bulan pertama tahun 2021 lalu. Jumlah tersebut tumbuh 50,66% bila dibandingkan dengan realisasi pendapatan GEMS di Januari-November 2020 yang sebesar US$ 957,23 juta.

Dari pendapatan itu, GEMS mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar US$ 318,41 juta di Januari-November 2021.

Lagi-lagi, realisasi laba bersih itu melonjak 298,67% jika dibandingkan dengan perolehan laba bersih GEMS di Januari-November 2020 yang sebesar US$ 79,86 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×