kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

GJTL jajaki opsi refinancing US$ 500 juta


Kamis, 25 Agustus 2016 / 07:05 WIB
GJTL jajaki opsi refinancing US$ 500 juta


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Manajemen PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) masih mempelajari opsi pembiayaan kembali (refinancing) utang jatuh tempo pada 2018 senilai US$ 500 juta

"Kami belum merencanakan menerbitkan obligasi. Masih dipelajari," ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan GJTL Catharina Widjaja kepada KONTAN, Rabu (24/8).

Sebelumnya, pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/8) dua pekan lalu, GJTL mengatakan tahun ini akan mempertimbangkan obligasi rupiah dan pinjaman bank untuk melunasi utang. Tapi hingga saat ini GJTL belum memastikan langkah yang akan diambil.

Hingga semester I 2016, total utang bersih GJTL mencapai Rp 6,47 triliun. Angka ini berkurang dari tahun sebelumnya, Rp 7,05 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) adalah 1,1 kali dengan total utang US$ 553 juta.

Analis First Asia Capital David Nathanael Sutyanto menilai, terkait pendanaan, return obligasi lebih menarik ketimbang bunga bank yang lebih tinggi. Terlebih saat ini tren suku bunga sedang menurun. Namun analis Phillip Securuties Milka Mutiara berpendapat lain.

Menurut dia, pinjaman bank saat ini lebih menarik untuk korporasi. “Dari sisi bunga lebih rendah dan lebih mudah juga,” ujar dia. Soal kedua pilihan ini, GJTL mengaku masih menjajaki berbagai langkah terbaik.

"Belum bisa kami share. Tapi semua opsi sedang dijajaki," ungkap Catharina.

Di semester I 2016, GJTL meraup laba bersih Rp 533,57 miliar. Pada periode sama tahun lalu, GJTL menderita rugi bersih Rp 351,28 miliar. Selama enam bulan pertama tahun ini, GJTL mencatatkan penjualan Rp 7 triliun, tumbuh 13% year on year (yoy).

Emiten ini meraih total penjualan ban meningkat 48% untuk replacement, 10% di pasar OEM, dan 42% pasar ekspor. Tapi kinerja positif GJTL pada semester I 2016 lebih banyak didukung untung kurs yang besar, yakni Rp 279,33 miliar.

Di periode sama tahun lalu, GJTL mencatatkan kerugian kurs Rp 469,10 miliar. Harga saham GJTL kemarin meningkat 1,34% menjadi Rp 1.515 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×