kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

GIAA belum rampungkan akusisi Gapura Angkasa


Kamis, 13 November 2014 / 17:19 WIB
ILUSTRASI. Pedagang menunjukkan cukai rokok yang di jual di Jakarta, Sabtu (5/11/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/YU


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melebarkan sayapnya dengan meningkatkan jumlah saham di PT Gapura Angkasa. Akhir Juni lalu, GIAA telah mengajukan Letter of Interest (LOI) untuk menambah 21,25% saham di Gapura Angkasa dengan harga Rp 105 miliar. Namun hingga saat ini, perjanjian jual belinya belum juga rampung.

Direktur Keuangan GIAA Handrito Harjono mengatakan, pihaknya tengah melakukan beberapa persiapan. "Awal Desember akan kita selesaikan," ungkapnya kepada KONTAN, Kamis, (13/11).

GIAA mengambil saham Gapura Angkasa dari PT Angkasa Pura I (Persero). Saat ini, Gapura Angkasa telah merupakan asosiasi GIAA. Lantas apabila aksi ini selesai, GIAA akan menguasai 58,75% di perusahaan tersebut.

Handrito yakin bahwa aksi ini bisa menambah raihan laba GIAA. Pasalnya, selama ini Gapura Angkasa mencatatkan laporan keuangan positif. Lalu dengan memiliki saham mayoritas, GIAA bisa mengontrol operasional Gapura Angkasa. Sekedar informasi, Gapura Angkasa merupakan penyedia jasa ground handling untuk keperluan operasional penerbangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×