Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
NEW YORK. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa AS dibuka menanjak pada transaksi pagi waktu setempat. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.32 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik 0,3% menjadi 1.559,35.
Pada pekan lalu, indeks S&P 500 tergerus hingga 2,1%. Ini merupakan penurunan mingguan terbesar sejak November.
Salah satu sentimen yang mendorong kenaikan bursa AS adalah langkah G20 yang pada pertemuannya tidak mengkritisi kebijakan stimulus di Jepang. Bahkan, G20 mendukung langkah pemerintah Negeri Sakura itu.
"Hasil pertemuan G20 terkait Jepang adalah positif. Saat ini kita tengah berada pada musim rilis tenaga kerja dan hal itu akan terus menjadi kunci pendorong pasar saham," papar Richard Sichel, chief investment officer Philadelphia Trust Co.
Sekadar informasi, delapan emiten yang masuk ke dalam indeks S&P 500 akan merilis kinerja kuartal pertama mereka tahun ini. Beberapa di antaranya adalah Netflix Inc dan Texas Instrument Inc.
Sejauh ini, dari 106 emiten yang sudah merilis kinerja mereka, sekitar 72% berhasil melampaui prediksi analis terkait pendapatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News