kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.957   -38,00   -0,22%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Geopolitik Memanas, Harga Minyak Brent Bisa Tembus US$ 120 per Barel


Selasa, 24 Maret 2026 / 11:29 WIB
Geopolitik Memanas, Harga Minyak Brent Bisa Tembus US$ 120 per Barel
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Christian Hartmann)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dan gas dunia diproyeksikan tetap bergerak volatil hingga akhir Maret 2026 di tengah konflik geopolitik yang belum mereda.

Melansir situs Trading Economics pada Selasa (24/3) pukul 09.33 WIB, harga minyak mentah jenis WTI sudah mencapai level US$ 91,42 per barel, naik 3,75% secara harian. Sejak awal tahun 2026 atau year to date, harga WTI melambung 55,32%.

Kenaikan harga juga terjadi pada minyak mentah jenis Brent yang 3,62% secara harian ke US$ 103,54 per barel. Di sepanjang 2026, harga Brent sudah melejit hingga 65,05.

Baca Juga: Wacana Pengalihan Wewenang Impor Bungkil Kedelai, Begini Prospek Kinerja CPIN

Sementara itu, harga gas alam juga mengalami kenaikan sebesar 1,30% menjadi US$ 2,92 per MMBtu dan dalam sebulan sudah naik sebesar 2,87%.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka memproyeksi harga minyak dan gas hingga penghujung Maret 2026 akan tetap terjebak dalam volatilitas tinggi, di mana premi risiko geopolitik bertarung sengit dengan realitas pasokan fisik. 

"Minyak WTI atau Brent diperkirakan menguji zona psikologis baru di atas $100 per barel jika ketegangan di Selat Hormuz tidak menunjukkan deeskalasi permanen, mengingat gangguan pada jalur distribusi utama ini merupakan guncangan pasokan terbesar dalam sejarah modern," ujar Sutopo saat diwawancarai Kontan pada Selasa (17/3).

Adapun, harga gas alam domestik kemungkinan besar akan mengalami konsolidasi di level rendah, tertekan oleh berakhirnya musim dingin di belahan bumi utara dan melimpahnya produksi Amerika Serikat yang menciptakan benteng pertahanan terhadap lonjakan harga global.

Analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono memperkirakan harga migas tetap berada dalam tren bullish, tetapi sangat volatil hingga akhir Maret 2026. 

"Brent diproyeksikan akan bertahan di atas US$ 100 per barel, dengan potensi menyentuh US$ 110 - US$ 114 per barel bahkan US$ 120 per barel jika gangguan pasokan di Timur Tengah tidak mereda," kata Wahyu saat diwawancarai Kontan pada Selasa (17/3).

Namun, jika terjadi de-eskalasi bisa kembali koreksi ke kisaran konsolidasi US$ 80 - US$ 90 per barel.

Menurut Wahyu, harga gas alam cenderung stabil di kisaran US$ 3,00 - US$ 3,20 per MMBtu.

Baca Juga: IHSG Ambruk 4,49% ke 7.106 Sepekan Jelang Lebaran, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing

Namun, bisa melonjak ke US$ 4,00 - US$ 6,00 per MMBtu jika stok di Eropa dan AS turun lebih cepat dari perkiraan di akhir musim dingin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×