kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.957   -38,00   -0,22%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Wacana Pengalihan Wewenang Impor Bungkil Kedelai, Begini Prospek Kinerja CPIN


Selasa, 24 Maret 2026 / 11:20 WIB
Wacana Pengalihan Wewenang Impor Bungkil Kedelai, Begini Prospek Kinerja CPIN
ILUSTRASI. Pabrik PT Charoen Pokphand Indonesia (KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatat kinerja positif pada tahun 2025. Namun, wacana pengalihan kewenangan impor bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) dari swasta ke BUMN PT Berdikari diproyeksi dapat menekan kinerja CPIN pada tahun 2026. 

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo mengatakan, rencana pengalihan impor SBM ke BUMN seperti PT Berdikari berpotensi menimbulkan ketidakpastian dalam jangka pendek, terutama terkait mekanisme distribusi dan harga.

Jika pemerintah mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan, dampaknya bisa netral hingga positif bagi industri. 

“Namun, jika pengelolaan impor menjadi kurang efisien, hal ini dapat meningkatkan biaya bahan baku pakan bagi CPIN,” ujar Azis kepada Kontan, Selasa (17/3/2026). 

Baca Juga: Melonjak 41%, Charoen Pokhpand (CPIN) Raup Laba Rp 3,36 Triliun per September 2025

Andrianto Saputra, Analis Indo Premier Sekuritas juga menyoroti rencana pengalihan wewenang impor bungkil kedelai melalui PT Berdikari.

Berdasarkan diskusi Indo Premier Sekuritas dengan manajemen, pengadaan bungkil kedelai melalui Berdikari diperkirakan akan dimulai pada akhir Maret 2026. 

“Meskipun detailnya belum diumumkan oleh pemerintah, manajemen memperkirakan impor tepung kedelai akan berasal dari AS sebagai bagian dari perjanjian tarif timbal balik,” terang Andrianto dalam risetnya pada 25 Februari 2026. 

Selain itu, perusahaan menyampaikan bahwa sumber bungkil kedelai saat ini berasal dari Brasil/Argentina karena impor dari negara-negara tersebut lebih murah daripada bungkil kedelai asal AS setelah memperhitungkan tarif impor. 

Lebih lanjut, manajemen juga menyoroti bahwa Berdikari tidak memiliki silo/fasilitas gudang bungkil kedelai khusus. Oleh karena itu, bungkil kedelai impor dapat didistribusikan langsung dari pelabuhan ke pelaku industri unggas. 

“Dengan asumsi semua hal lainnya sama, analisis sensitivitas kami menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga bungkil kedelai sebesar 5% akan mengurangi pendapatan tahun 2026 sekitar 10,2%,” jelas Andrianto. 

Baca Juga: Prospek Harga Ayam Broiler Jadi Katalis, Simak Rekomendasi Saham CPIN

Analis CGS International Sekuritas Indonesia, Jason Chandra memperkirakan biaya impor bungkil kedelai bisa mengalami kenaikan di sepanjang sisa 2026, yang mungkin sebagian akan memperkecil dampak positif kenaikan harga ayam broiler yang tinggi ke margin. 

“Berdasarkan pengecekkan lapangan dan diskusi kami dengan perusahaan unggas, impor bungkil kedelai mungkin harus melalui Berdikari (BUMN pertanian) mulai kuartal II – 2026,” ujar Jason. 

Meskipun belum ada rincian yang diungkapkan, Jason percaya tambahan lapisan distribusi dapat meningkatkan biaya impor, yang sebagian akan menekan margin perusahaan unggas.

Meskipun ini bersifat negatif, perhitungan skenario Jason masih melihat kenaikan earning per share (EPS) lebih lanjut untuk tahun 2026 dari kenaikan harga ayam broiler. 

Andrianto memperkirakan laba bersih CPIN pada kuartal I – 2026 mencapai Rp 1,8 triliun. Secara keseluruhan, pendapatan dan laba bersih CPIN tahun 2026 diproyeksikan masing – masing mencapai Rp 77,38 triliun dan Rp 6,08 triliun.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Teknikal Saham JSMR, CPIN, ASII untuk Jumat (6/2)

Azis dan Andrianto merekomendasikan Buy saham CPIN dengan target harga masing – masing Rp 4.550 per saham dan Rp 6.000 per saham.

Sementara Jason merekomendasikan Add saham CPIN dengan target harga Rp 5.900 per saham. Risiko terhadap rekomendasi tersebut adalah harga ayam broiler dan day old chick (DOC) lebih rendah dari yang diperkirakan dan fluktuasi biaya pakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×