kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gencar Ekspansi, Surya Biru Murni (SBMA) Rambah Bisnis Are Shipyarf dan Petrokimia


Kamis, 03 Agustus 2023 / 09:35 WIB
Gencar Ekspansi, Surya Biru Murni (SBMA) Rambah Bisnis Are Shipyarf dan Petrokimia
ILUSTRASI. Pabrik PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA). PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) akan merambah bisnis are shipyarf dan petrokimia


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen gas industri, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) akan merambah bisnis are shipyarf dan petrokimia seiring dengan permintaan yang tinggi.

Direktur Utama Surya Biru Murni Acetylene Rini Dwiyanti mengatakan,  pada 27 Juni 2023, SMBA telah melakukan commercial start up air separation plant. Jumlah produksi liquid SMBA mencapai 50 juta ton per hari.

"Namun produksi dan penjualan mulai terasa di Bulan Juli dan akan nampak pada periode kuartal ketiga nanti. Proyek ini merupakan realisasi atas penggunaan dana penawaran umum," kata dia dalam keterangannya, Kamis (3/8).

Baca Juga: Lewat Konsorsium, CEO Emtek Group Alvin Sariaatmadja Kuasai 10% Saham Klub Lecce

Sekadar mengingatkan, SBMA resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 September 2021. Dalam hajatan tersebut, Surya Biru Murni mengantongi dana segar sebanyak Rp 50,11 miliar.

Rini optimistis dengan target kinerja ke depannya karena SMBA telah memiliki pangsa pasar yang stabil. Dia mengaku telah menerima banyak permintaan likuid untuk proyek Kawasan Industri Kalimantan milik pemerintah.

“Saat ini SMBA telah mengambil 5% dari pasar liquid yang ada di Kalimantan timur dan diestimasikan akan terus meningkat setiap bulannya,” ujar Rini.

Momen pengikatan ini bertepatan dengan commissioning air separation plant SMBA. Adapun pada Juli 2023, SMBA telah menambah fasilitas unit air separation plant (ASP) untuk menggejot produksi hingga lima kali lipat.

Menilik laporan keuangan per 30 Juni 2023, SMBA membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 52,84 miliar. Raihan itu melonjak 14,83% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 45,98 miliar.

Perinciannya, pendapatan dari penjualan berkontribusi sebesar Rp 50,67 miliar. Sementara pendapatan jasa menyumbang Rp 2,17 miliar, yang tumbuh 25,65% secara tahunan.

Seiringan dengan itu beban pokok pendapatan SMBA juga meningkat dari Rp 21,03 miliar di semester I-2022, menjadi Rp 2,17 miliar pada semester I-2023. Ini meningkat 43,88% secara tahunan.

Dari sisi bottom line, SMBA membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 879,57 juta per Juni 2023. Pada periode yang sama laba tahun berjalan SMBA sebesar Rp 4,09 miliar.

Baca Juga: Ada Fasilitas Baru, Kapasitas Pabrik Surya Biru Murni (SBMA) Bisa Naik 5 Kali Lipat

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Trik & Tips yang Aman Menggunakan Pihak Ketiga (Agency, Debt Collector & Advokat) dalam Penagihan Kredit / Piutang Macet

[X]
×