kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gejolak Timur Tengah picu emas reli 2% di pekan ini


Sabtu, 19 Februari 2011 / 08:30 WIB
ILUSTRASI. Suasana Kampung Kepuh di Pandeglang, Banten.


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

NEW YORK. Ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor pendongkrak emas pekan ini. Di akhir pekan, emas bahkan ditutup naik ke level tertinggi dalam sebulan terakhir.

Kontrak emas untuk pengiriman April di divisi COMEX bursa NYMEX-AS ditutup naik 0,25% ke US$ 1.388,60 per ons troy. Bahkan, sebelumnya harga si kuning ini sempat melesat ke US$ 1.392,60 per ons troy. Ini posisi tertingginya sejak 13 Januari. Dalam sepekan ini, emas sudah menguat 2%.

Konflik di Timur Tengah mendorong permintaan yang lebih besar terhadap emas sebagai safe haven. Mesir setuju mengirim dua kapal angkatan laut ke Iran melalui Terusan Suez. Sementara, pasukan keamanan menyerang demonstran di Bahrain. Tembakan juga pecah di ibukota Yaman, seiring demonstrasi pro-demokrasi menyebar ke Libya dan Iran.

"Jika terjadi kekerasan, orang akan membeli emas sebagai aset yang aman," kata Peter Fertig, pemilik Quantitative Commodity Research Ltd., di Hainburg, Jerman.

Kemarin, World Gold Council melaporkan, permintaan emas batangan dan koin di Timur Tengah melonjak 39% pada kuartal keempat, dari tahun sebelumnya,

Sementara, analis senior Lind-Waldock menilai, masih ada gejolak yang menekan investor. "Ada kecemasan yang lebih besar terhadap inflasi, sehingga tidak seorang pun ingin melepas emas hingga akhir pekan ini," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×