kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.774   78,50   1,38%
  • KOMPAS100 749   13,86   1,89%
  • LQ45 569   11,92   2,14%
  • ISSI 200   1,33   0,67%
  • IDX30 322   6,75   2,14%
  • IDXHIDIV20 397   7,89   2,03%
  • IDX80 85   1,63   1,95%
  • IDXV30 108   1,54   1,45%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

GBP mampu kalahkan EUR pasca teror London


Kamis, 23 Maret 2017 / 19:58 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Setelah aksi teror melanda kota London, pergerakan poundsterling masih perkasa dengan dukungan dari data ekonomi Inggris. Mata uang GBP masih mampu mengalahkan euro.

Mengutip Bloomberg, Kamis (23/3) pukul 18.53 WIB, pasangan EUR/GBP terkikis 0,16% ke level 0,86347 dibanding sehari sebelumnya.

Agus Chandra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, sterling mampu bergerak unggul di hadapan euro dengan dukungan data ekonomi Inggris. Angka penjualan ritel Inggris bulan lalu tumbuh 1,4% dibanding bulan sebelumnya minus 0,5% serta di atas proyeksi sebesar 0,4%. "Sementara pergerakan euro sebenarnya stabil. Penguatan GBP lebih mendominasi," ujarnya.

Poundsterling sempat terbebani oleh isu terorisme di kota London. Tetapi, hal tersebut nampaknya tidak direspon pasar. Pelaku pasar lebih fokus pada kondisi ekonomi Inggris menjelang proses keluar dari Uni Eropa atau Brexit serta dampaknya terhadap kebijakan suku bunga Bank Of England (BOE).

Salah satu dari sembilan anggota Monetary Policy Committee (MPC) Inggris sudah mendukung kenaikan suku bunga.

Di sisi lain, Eropa sebenarnya merilis data Long Term Refinancing Operation dengan hasil naik menjadi 233,5 miliar euro dibanding sebelumnya 62,2 miliar euro. "Itu merupakan pengucuran pinjaman murah dari Bank Sentral Eropa yang dimulai sejak lama sehingga tidak terlalu pengaruh ke pergerakan euro," imbuh Agus.

Agus memprediksi masih ada ruang pelemahan EUR/GBP pada akhir pekan. Sterling minim sentimen sedangkan EUR menanti sejumlah data sektor manufaktur dan jasa dari berbagai negara Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×